Rabu, 03 Mei 2017

Pendekatan Bidan di Sistem Banjar (Bali)

Diposting oleh Unknown di 05.39 0 komentar

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni.
Agama yang dianut oleh sebagian orang Bali adalah agama Hindu sekitar 95%, dari jumlah penduduk Bali, sedangkan sisanya 5% adalah penganut agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Kong Hu Cu. Tujuan hidup ajaran Hindu adalah untuk mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup lahir dan batin.orang Hindu percaya adanya 1 Tuhan dalam bentuk konsep Trimurti, yaitu wujud Brahmana (sang pencipta), wujud Wisnu (sang pelindung dan pemelihara), serta wujud Siwa (sang perusak). Tempat beribadah dibali disebut pura. Tempat-tempat pemujaan leluhur disebut sangga. Kitab suci agama Hindu adalah weda yang berasal dari India.
Kehidupan sosial budaya masyarakat Bali sehari-hari hampir semuanya dipengaruhi oleh keyakinan mereka kepada agama Hindu Darma yang mereka anut sejak beberapa abad yang lalu. Oleh karena itu studi tentang masyarakat dan kebudayaan Bali tidak bisa dilepaskan dari pengaruh sistem religi Hindu.

1.2.RUMUSAN MASALAH

1.      Apa itu sistem banjar?
2.      Apa saja macam-macam sistem banjar di Bali?
3.      Bagaimana cara pendekatan bidan dalam wilayah Banjar di Bali?

1.3.TUJUAN

1.      Agar mengetahui pengertian sistem banjar
2.      Agar mengetahui macam-macam sistem banjar di Bali
3.      Agar mengetahui cara pendekatan bidan dalam wilayah banjar di Bali



BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN SISTEM BANJAR

Di samping kelompok-kelompok kerabat patrilineal yang mengikat orang Bali berdasarkan atas prinsip keturunan. Ada pula bentuk kesatuan-kesatuan social yang didasarkan atas kesatuan wilayah, ialah desa.
Kesatuan-kesatuan social serupa itu kesatuan yang diperkuat oleh kesatuan adat dan upacara-upacara kegamaan yang keramat. Pada umumnya tampak beberapa perbedaan antara desa adat di pegunungan dan desa adat di tanah datar. Desa-desa adat dipegununggan biasanya sifatnya lebih kecil dan keanggotaannya terbatas pada orang asli yang lahir didesa itu juga.
Sesudah kawin, orang itu langsung menjadi warga desa adat (karma desa) dan mendapat tempat duduk yang khas dib alai desa yang disebut bale agung, dan berhak mengikuti rapat-rapat desa yang diadakan secara teratur pada hari-hari yang tetap. Desa-desa adat di tanah datar. Desa-desa adat di pegunungan biasanya sifatnya lebih kecil dan keanggotaannya terbatas pada orang asli yang lahir didesa itu juga.
Desa-desa adat di tanah datar biasanya sifatnya besar dan meliputi daerah yang tersebar luas. Demikian sering terdapat perbedaan dalam kesatuan-kesatuan adat yang khusus didalamnya, yang disebut banjar. Sifat keanggotaan banjar tidak tertutup dan terbatas kepada orang-orang asli yang lahir di dalam banjar itu juga.
Demikian kalau ada orang-orang dari wilayah-wilayah lain atau yang lahir di banjar lain, yang kebetulan tinggal di sekitar wilayah banjar yang bersangkutan, mau menjadi warga, hal itu bisa saja. Pusat dari banjar adalah bale banjar dimana para warga banjar saling bertemu dan berapat pada hari-hari yang tetap. Banjar di kepalai oleh seorang kepala yang disebut kelian banjar (kliang). Ia pilih untuk suatu masa jabatan yang tertentu oleh warga banjar. Tugasnya tidak hanya menyangkut segala urusan dalam lapangan kehidupan sosial dari banjar sbagai satu komuniti, tetepi juga lapangan kehidupan keagamaan. Kecuali itu, ia sering kali harus juga memecahkan hal-hal yang menyangkut hukum adat tanah dan dianggap ahli dalam adat banjar pada umumnya.
Adapun soal-soal yang bersngkutan dengan irigasi dan pertanian. Biasanya berada diluar wewenangnya. Hal itu adalah wewenang organisasi irigasi subak, yang telah tersebut diatas. Walaupun demikian, di dalam rangka tugas administratif: dimana ia bertanggung jawab kepada pemerintah di atasnya, ia bahkan tak dapat melepaskan diri sama sekali dari soal-soal irigasi danp pertanian di banjarnya. Disamping mengurus persoalan ibadat, baik mengenai banjar sendiri, maupun warga banjar, klian banjarjuga mengurus hala-hal yang sifatnya administratif pemerintahan.

2.2. MACAM-MACAM SISTEM BANJAR

1.      Banjar Adat
Banjar Adat adalah suatu organisasi sosial yang dimiliki oleh setiap desa adat dibali. Karena salah satu syarat terbentuknya desa adat harus memiliki beberapa banjar adat. Banjar adat memiliki ikatan satu khayangan tiga dalam desa adat itu sendiri. Setiap banjar adat wajib memiliki Kelian Adat sebagai pemimpin banjar adat itu sendiri. Anggota banjar adat itu sendiri merupakan warga asli diwilayah tersebut.
Sifat-sifat banjar adat yaitu :
·         Keanggotaan bersifat homogen yaitu beragama sama (Hindu).
·         Kegiatan sosialnya meliputi pasuka-dukaan (suka-duka).
·         Diikat dengan awig-awig.
·         Dipimpin oleh klian adat.
·         Bersifat otonom.
2.      Banjar Dinas
Banjar Dinas adalah suatu organisasi sosial yang boleh atau tidak dimiliki oleh setiap desa adat (tidak diwajibkan) di Bali. Banjar dinas hanya mengikuti kegiatan atau peraturan dinas di dalam desa adat tersebut, seperti pengurusan KTP, domisili atau hal dinas lainnya. Anggota banjar dinas merupakan orang – orang yang tidak asli dari desa adat tersebut. Angoota banjar dinas berasal dari orang – orang luar yang merantau atau sudah lama tinggal di dalam desa adat tersebut.
Sifat-sifat banjar dinas yaitu :
·         Keanggotaannya bersifat heterogen.
·         Kegiatan sosialnya tergantung dari program pemerintah.
·         Diikat oleh peraturan atau undang-undang dari pemerintah.
·         Dipimpin oleh klian dinas.

2.3. CARA PENDEKATAN SISTEM BANJAR DI BALI

Dalam kelompok-kelompok yang mengikat orang bali berdasarkan atas prinsip keturunan ada pula bentuk kesatuan-kesatuan sosial yang berdasarkan kesatuan wilayah,ialah desa. Kesatuan-kesatuan sosial serupa itu kesatuan yang diperkuat oleh adat dan upacara-upacara. Keagamaan yang keramat. Pada umumnya tampak beberapa perbedaan antara desa dipegunungan dan desa di tanah datar. Menjadi warga desa adat dan mendapat tempat duduk yang khas dibalai desa yang disebut bale agung,dan berhak mengikuti rapat-rapat desa yang di adakan secara teratur pada hari-hari tetap.

CARA-CARA PENDEKATAN BIDAN DALAM WILAYAH BANJAR DI BALI.
Para bidan mempunyai berbagai cara untuk pendekatan diantaranya :
       a.            Menggerakan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan contohnya memberikan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan kesehatan setempat.
      b.            Pemerintah memberikan,menerapkan,dan menjalankan PosKesDes(pos kesehatan desa),yang ditunjukan kepada seluruh masyarakat.
       c.            Guna penyuluhan masyarakat bertujuan untuk dapat menghasilkan perubahan perilaku yang lestari untuk keluarganya,individu keluarga dan masyarakat itu sendiri.
      d.            Penyuluhan kesehatan  masyarakat ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
       e.            Membina dan memberikan bimbingan dan tekhnis kepada kader termaksud dukun,(peran bidan sebagai pendidik).bersama kelompok dan masyarakat menanggulangi masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan para ibu,anak,dan KB.




BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Perkawinan merupakan suatu saat yang amat penting dalam kehidupan orang Bali, karena pada saat itulah ia dapat dianggap sebagai warga penuh dari masyarakat, dan baru sesudah itu ia memperoleh hak-hak dan kewajiban seorang warga komuniti dan warga kelompok kerabat. Menurut anggapan adat lama yang amat dipengaruhi oleh sistem klen-klen (dadia) dan sistem kasta (wangsa), maka perkawinan itu sedapat mungkin dilakukan diantara warga se-klen, atau setidak-tidaknya antara orang yang dianggap sederajat dalam kasta. Sistem kemasyarakatan orang Bali ialah banjar, subak, sekaha, gotong royong
Cara-cara pendekatan bidan dalam wilayah banjar di bali.
Para bidan mempunyai berbagai cara untuk pendekatan diantaranya :
                   a.            Menggerakan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan contohnya memberikan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan kesehatan setempat.
                  b.            Pemerintah memberikan,menerapkan,dan menjalankan PosKesDes(pos kesehatan desa),yang ditunjukan kepada seluruh masyarakat.
                   c.            Guna penyuluhan masyarakat bertujuan untuk dapat menghasilkan perubahan perilaku yang lestari untuk keluarganya,individu keluarga dan masyarakat itu sendiri.
                  d.            Penyuluhan kesehatan  masyarakat ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
                   e.            Membina dan memberikan bimbingan dan tekhnis kepada kader termaksud dukun,(peran bidan sebagai pendidik).bersama kelompok dan masyarakat menanggulangi masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan para ibu,anak,dan KB.


Jumat, 28 April 2017

Askeb Kehamilan Normal TM 2

Diposting oleh Unknown di 04.12 0 komentar
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN NORMAL TRIMESTER II
Disusun Oleh    :
1.        Fitriana Sindi                                                ( 16140012 )
2.        Nur Fitriani                                                   ( 16140015 )
3.        Santi Normala                                               ( 16140017 )
4.        Ketut Ayu Wulantari                                    ( 16140018 )
5.        Astika Diana Sari                                          ( 16140019 )
6.        Junita Dewi Sartika Unawekla                     ( 16140021 )
7.        Ni Luh Gede Adnyasuari                             ( 16140023 )
8.        Okvani Karin                                                ( 16140024 )
                         Kelas                                           : B.13.1

UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D-IV BIDAN PENDIDIK
T. A 2016/2017

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
NY. M UMUR 32 TAHUN G2P1A0Ah1 UMUR KEHAMILAN 20+1 MINGGU
DI BPM ISTRI UTAMI SLEMAN

No. Register                                                    : 152/2109/IV-17
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul            : 04-04-2017 / 08.30 WIB
Dirawat di ruang                                             : Di Ruang Periksa

I.         PENGKAJIAN DATA
A.      Biodata                 Ibu                                         Suami
1.        Nama                    : Ny. M                                   Tn. A
2.        Umur                     : 32 tahun                                32 tahun
3.        Agama                  : Kristen                                  Kristen
4.        Suku/bangsa          : Jawa/Indonesia                     Jawa/Indonesia
5.        Pendidikan            : SMA                                     SMA
6.        Pekerjaan              : IRT                                       Wiraswasta
7.        Alamat                  : Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman

B.       Data Subjektif
1.        Alasan datang/dirawat
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
2.        Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
3.        Riwayat menstruasi
Menarche      : 12 tahun                                    siklus      : 28 hari
Lama             : 6-7 hari                                     teratur    : teratur
Sifat daraah   : encer, sedikit bergumpal           keluhan : tidak ada
4.        Riwayat perkawinan
Status perkawinan    : sah                                 menikah ke    : 1
Lama                        : 8 tahun                           usia menikah pertama kali : 24
5.        Riwayat obstetric : G2P1A0Ah1
Hamil ke
Persalinan
Nifas
Tanggal
Umur kehamilan
Jenis persalianan
penolong
komplikasi
jk
BB lahir
Laktasi
Komplikasi
1
Januari 2015
40 minggu
normal
bidan
t.a.k
P
2800
iya
t.a.k
2
Hamil ini









6.        Riwayat kontrasepsi
No

Jenis kontrasepsi
Pasang
Lepas
tanggal
Oleh
tempat
keluhan
Tanggal
Oleh
Tempat
Alasan
1
suntik
2015
bidan
bpm
t.a.k
30/9/2016
bidan
BPM
Ingin punya anak

7.        Riwayat kehamilan sekarang
a.         HPM : 15 november 2016                HPL : 22 agustus 2017
b.         ANC pertama umur kehamilan : 6 minggu
c.         Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi       : 2 kali
Keluhan         : mual dan muntah
Komplikasi    : tidak ada
Terapi            : asam folat 0,4 mg 1x1, vitamin B6 25 mg 1x1
Trimester II
Frekuensi       : -
Keluhan         : -
Komplikasi    : -
Terapi            : -
Trimester III
Frekuensi       : -
Keluhan         : -
Komplikasi    : -
Terapi            : -
d.        Imunisasi TT     : 5 kali
TT 1    : SD
TT 2    : SD
TT 3    : CATEN
TT 4    : Hamil 1
TT 5    : Hamil 2
e.         Pergerakan janin selama 24 jam (dalam sehari)
Ibu mengatakan janin bergerak aktif, lebih dari 10x/hari
8.        Riwayat kesehatan
a.         Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun udan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah / tidak sedang menderita penyakit menular ( HIV/AIDS, Hepatitis), menurun ( Diabetes, Hipertensi, Asma), dan menahun (Jantung, Ginjal, Paru-Paru)
b.         Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan keluarga tidak pernah / sedanh menderita penyakit menular ( HIV/AIDS, Hepatitis), menurun (Diabetes, Hipertensi, Asma ), dan Menahun ( jantung, ginjal, dan Paru-paru)
c.         Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak memiliki keturunan kembar
d.        Riwayat operasi
Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat operasi apapun
e.         Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat alergi obat
9.        Pola pemenuhan kebutuhan
Sebelum hamil                                                  Saat Hamil
a.    Nutrisi
Makan 
Frekuensi   : 3 x/ hari                                     3 x/ hari
Jenis           : Nasi, Sayur, Lauk                     Nasi, Sayur, Lauk
Porsi          : 1 piring                                     1 Piring
Pantangan  : tidak ada                                   tidak ada
Keluhan     : tidak ada                                   tidak ada
Minum
Frekuensi   : 5-7 x/hari                                  8-9 x/hari
Jenis           : Air putih, Teh                           Air putih, Susu
Porsi          : 1 gelas                                       1 gelas
Pantangan  : tidak ada                                   tidak ada
Keluhan     : tidak ada                                   tidak ada
b.    Eliminasi
BAB
Frekuensi   : 1 x/hari                                      1 x/hari
Warna        : kuning feses                              kuning feses
Konsistensi: lembek                                      lembek
Keluhan     : tidak ada                                   tidak ada
BAK
Frekuensi   : 3-5 x/hari                                  6-7 x/hari
Warna        : kuning jernih                             kuning jernih
Keluhan     : tidak ada                                   tidak ada
c.    Istirahat
Tidur siang
Lama         : 1 jam/hari                                  1 jam/hari
Keluhan     : tidak ada                                   tidak ada
Tidur malam
Lama         : 8 jam/hari                                  8 jam/hari
Keluhan     : tidak ada                                   tidak ada
d.   Personal hygiene
Mandi        : 2 x/hari                                      2 x/hari
Ganti pakaian: 2 x/hari                                  2 x/hari
Gosok gigi : 2 x/hari                                      2 x/hari
Keramas    : 3 x/hari                                      3 x/hari
e.    Pola seksualitas
Frekuensi   : 3 x/minggu                                2 x/minggu
Keluhan     : tidak ada                                   tidak ada
f.     Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olahraga)
Ibu mengatakan masih melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga sendiri dan kadang di bantu suaminya, ibu mengatakan cepat merasa lelah
10.    Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti merokok, minum jamu, dan minum minuman beralkohol
11.    Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga)
Ibu mengatakan suami sangat mendukung kehamilan dan persalinan ibu
Ibu mengatakan keluarga sangat mendukung kehamilan ibu
Ibu mengatakan selalu mengikuti kegiatan sosial seperti arisan
Ibu mengatakan kegiatan ibadahnya selalu lancar
Ibu mengatakan ingin merawat bayinya sendiri
Ibu mengatakan keadaan ekonominya cukup untuk memenuhi kebutuhan

12.    Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)
Ibu mengatakan sudah mengetahui tentang kehamilan, persalinan dan nifas karena ini merupakan kehamilan yang ke dua
Ibu mengatakan kehamilan adalah proses mengandung janin
Ibu mengatakan persalinan adalah proses melahirkan bayi
Ibu mengatakan nifas adalah masa setelah melahirkan sampai 40 hari kedepan

13.    Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan tidak mempunyai hewan peliharaan
Ibu mengatakan disekitar lingkungan tempat tinggal bersih

C.       Data objektif
1.        Pemeriksaan umum
Keadaan umum    : baik
Kesadaran             : composmentis
Status emosional   : stabil
Tanda vital
Tekanan darah      : 100/70 mmHg            Nadi   : 88 x/menit
Pernapasan            : 18 x/menit                  Suhu   : 36 oC
BB                        : 43 kg                          TB      : 157 cm
2.        Pemeriksaan fisik
Kepala       : mesocepal, tidak ada nyeri tekan, rambut tidak rontok
Wajah        : oval, tidak ada topeng kehamilan, tidak ada jerawat
Mata          : simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih
Hidung      : simetris, tidak ada polip, tidak ada sekret
Mulut         : simetris, tidak ada caries gigi, tidak ada gigi berlubang, bibir lembab merah muda
Telinga       : simetris, ada daun telinga, tidak ada sekret
Leher         : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar limfe, dan vena jugularis
Dada          : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada bunyi wheezing ataupun ronchi
Payudara    : simetris, tidak ada benjolan, puting susu menonjol
Abdomen   : tidak ada bekas operasi, pembesaran uterus sesuai kehamilan terdapat linea nigra dan striae gravidarum

Palpasi
Leopold I   :   teraba tinggi fundus uteri setinggi 3 jari dibawah pusat,                                       ballotement (+)
Leopold II :   belum teraba, balotement (+)
Leopold 3  : belum teraba
Leopold 4  : belum teraba

Osborn test    : tidak dilakukan
Pemeriksaan Mc. Donald
TFU               : 21 cm                                TBJ     : 1395 gr
Auskultasi
DJJ                : 142 x/menit
Ekstremitas atas           :   simetris, tidak oedema, tidak ada gangguan                                       pergerakan, jumlah jari lengkap
Ekstremitas bawah       :   simetris, tidak odema, tidak ada gangguan                                         pergerakkan, jumlah jari lengkap, tidak ada varises
Genetalia luar               :   vulva bersih, tidak ada pembesaran kelenjar                                       bartolini
Pemeriksaan panggul   :   tidak dilakukan
(bila perlu)

3.        Pemeriksaan penunjang    Tanggal : 4 april 2017 Pukul : 08.30 WIB
Dilakukan pemeriksaan Hb
Hb : 12 gram %
4.        Data penunjang
Tidak ada

II.      INTERPRETASI DATA
Diagnosa Kebidanan
Ny. M umur 32 tahun G2P1A0Ah1 usia kehamilan 20+1 minggu dengan kehamilan normal
Data Dasar
DS :          -           ibu mengatakan ingin memeriksa kehamilannya
                 -           ibu mengatakan tidak ada keluhan
DO :
Keadaan umum    : Baik
Kesadaran             : Composmetis
Status social          : Stabil
TD      : 100/70 mmHg                              TB      : 157 cm
R        : 18 x/menit                                    TFU   : 21 cm
BB      : 43 kg                                            TBJ    : 1395 gr
N        : 88 x/menit                                    DJJ     : 142 x/menit
S         : 36 x/menit
Palpasi
Leopald  I     :   teraba tinggi fundus uteri setinggi 3 jari di bawah                                            pusat,ballotement (+)
Lepaold  II    :   belum teraba
Leopold  III :   belum teraba
Leopold IV   :   belum teraba
B.       Masalah
Tidak ada
Data Dasar
Tidak ada

III.   IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV.   TINDAKAN SEGERA
A.      Mandiri
       Tidak dilakukan       
B.       Kolaborasi
       Tidak dilakukan
C.       Merujuk
       Tidak dilakukan

V.      PERENCANAAN
1.         Beritahu ibu hasil pemeriksaan
2.         Beritahu ibu untuk istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktivitas  yang berat
3.         Beritahu ibu tantang tanda bahaya kehamilan TM II.
4.         Beritahu ibu tantang perubahan fisik dan kenaikan berat badan normal pada kehamilan TM II
5.         Berikan obat kepada ibu
6.         Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang

VI.   PELAKSANAAN
1.         Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan yaitu ibu dan janin dalam keadaan baik - baik saja.
TD : 100/70 mmHg                          TB      : 157 cm
S     : 36,5 ÂșC                                     DJJ     : 142 x/menit
R     : 18 x/menit                                TBJ     : 1395 gr
N    : 88 x/menit                                TFU    : 3 jari dibawah pusat
BB  : 43 kg
2.         Memberitahu ibu untuk istirahat yang cukup agar tidak terlalu lelah dan tidak melakukan aktivitas yang berat untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
3.         Memberitahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan TM II, seperti pendarahan pervaginam, gerakan janin lemah atau berkurang minimal 3 kali dalam 3 jam , pandangan kabur disertai dengan sakit kepala yang hebat yang kemungkinan gejala dari preeklampsia.
4.         Memberutahu ibu tentang perubahan fisik yang terjadi seperti rahim membesar, kadang terjadi sembelit, ingin kencing walaupun keluarya hanya sedikit, kenaikan berat badan sudah mulai terlihat. Kenaikan berat badan normal pada TM II yaitu ± 3 kg.
5.         Memberikan ibu obat yaitu asam folat 1 x 1 dan selferol 1 x 1 untuk mencegah cacat bawaan, penambah darah dan untuk mencegah terjadinya perdarahan saat persalinan. serta ibu harus rajin meminum obatnya setiap hari.
6.         Memberitahu untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi. Tetapi jika ada keluhan silahkan datang ke tenaga kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, bidan, dokter dll



VII.EVALUASI        Tanggal : 4 April 2017            Pukul : 08.30 WIB
1.         Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan
2.         Ibu sudah mau untuk istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktivitas yang berat
3.         Ibu sudah mengerti tentang tanda - tanda bahaya kehamilan TM II
4.         Ibu sudah mengetahui perubahan fisik dan berat badan yang normal pada kehamilan
5.         Ibu sudah mau untuk meminum obatnya

6.         Ibu sudah tau kapan untuk melakukan kunjungan ulang
 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea