MAKALAH ORGANISASI MANAJEMEN
PELAYANAN KESEHATAN
DI
SUSUN OLEH :
Kelompok 2 :
Miftach Nur K. (16150035)
Fetty Liana (161500 )
Debby Agustin (16150040)
Debby Agustin (16150040)
Nur Fitriani (16140015)
Maya Sari (16140025)
Siziz Nahdiatus
Solikhah (16140044)
Srigita Dewiyana
Herlyn (16140074)
Gebriani Rizka (16140075)
Elisabeth Claudia De
Yanuari Da Cunha (16140080)
Fitri Sari
Astriyani (16140106)
UNIVERSITAS
RESPATI YOGYAKARTA
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
PROGRAM
STUDI D4 BIDAN PENDIDIK
TA
2016/2017
KATA PENGANTAR
Marilah
kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena atas rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “MAKALAH Organisasi
dan Manajemen Pelayanan Kesehatan tentang “Manajemen Keuangan”. Makalah ini
disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Konsep Kebidanan Prodi D-IV Bidan
Pendidik di Universitas Respati Yogyakarta.
Kami
menyadari bahwa dalam penyelesaian makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
baik dalam segi pembahasan, penulisan dan penyusunan. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing mata kuliah Konsep
Kebidanan untuk menyempurnakan makalah ini.
Yogyakarta, 14 Maret 2017
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
- Latar
Belakang................................................................................................ 1
- Tujuan.............................................................................................................. 1
- Manfaat........................................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN
A. Definisi
Manajemen Keuangan..................................................................... 2
B. Tujuan
Manajemen Keuangan...................................................................... 2
C. Fungsi
Manajemen Keuangan ...................................................................... 3
D. Prinsip
Manajemen Keuangan...................................................................... 4
E. Teori Manajemen Keuangan.......................................................................... 5
F. Konsep Manajemen Keuangan...................................................................... 5
BAB 1II PENUTUP
- Kesimpulan...................................................................................................... 9
- Saran................................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Sumber masalah di dunia ini, apakah anda mengakuinya
atau tidak, berasal dari uang. Oleh karena itu tidak salah kalau orang
mengatakan, “Apakah kita benar-benar materialistis? Apakah kita benar-benar
tidak bisa hidup tanpa uang?” Kuncinya terletak pada pola pikir kita atau pola
pikir yang kita tanam dalam diri kita. Jika kita tidak menetapkan pola pikir
dengan benar, maka uang hanya akan membebani kita. Sebaliknya, jika kita
menggunakan uang sebagai alat untuk melakukan banyak perbuatan baik, maka uang
akan menjadi sesuatu yang berarti.
Hal yang sama berlaku untuk manajemen atau pengelolaan
keuangan. Hal yang benar adalah, kita harus menjadi orang yang membatasi berapa
banyak “konsumsi” mempengaruhi hidup kita. Oleh karena itu, tidak peduli
seberapa baik atau buruk manajemen keuangan kita (di mana setiap orang memiliki
standar yang berbeda) itu semua kembali ke pikiran kita terhadap uang.
Oleh karena itu, berbicara tentang keuangan, hal itu
tidak dapat dipisahkan dari pola pikir kita. Jadi ada beberapa hal yang perlu
kita pahami mengenai pola pikir kita terhadap uang.
B. Rumusan
Masalah
1. Apakah
manajemen keuangan itu?
2. Apakah
tujuan manajemen keuangan?
3. Apakah
fungsi manajemen keuangan
4. Apakah
prinsip manajemen keuangan?
5. Apa
saja teori manajemen keuangan?
6. Bagaimana
konsep manajemen keuangan?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui definisi manajemen keuangan
2. Untuk
mengetahui tujuan manajemen keuangan
3. Untuk
mengetahui fungsi manajemen keuangan
4. Untuk
mengetahui prinsip manajemen keuangan
5. Untuk
mengetahui teori manajemen keuangan
6. Untuk
mengetahui konsep manajemen keuangan
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Manajemen Keuangan
Definisi
Manajemen Keuangan menurut Bambang Riyantoadalah keseluruhan
aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang
diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling
menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Liefman : Manajemen Keuangan merupakan
usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau
memperoleh aktiva.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Depdiknas : Manajemen keuangan merupakan
tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan,
perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.
Pengertian
manajemen keuangan menurut JF Bradley : Manajemen keuangan adalah
bidang manajemen bisnis yang ditujukan untuk penggunaan model secara bijaksana
& seleksi yang seksama dari sumber modal untuk memungkinkan unit
pengeluaran untuk bergerak ke arah mencapai tujuannya.
Pengertian
manajemen keuangan menurut J. L. Massie : Manajemen keuangan adalah
kegiatan operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan
menggunakan dana yang diperlukan untuk sebuah operasi yang efektif dan efisien.
Pengertian manajemen keuangan menurut Prawironegoro : Aktivitas
pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah-murahnya
dan menggunakan seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk
menghasilkan laba.
Jadi,
Manajemen Keuangan adalah
suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan,
pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau
perusahaan.
B.
Tujuan
Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan.
Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang
investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan,
dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan
nilai perusahaan.
Kegiatan penting lain
yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat (4) aspek yaitu:
1. Pertama,
yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja
sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum
perusahaan.
2. Kedua,
manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi
dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
3. Ketiga,
manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
4. Keempat,
menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan
menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh
dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
Dari
ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan
berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan
fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok
perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Tugas-tugas dasar yang
diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan
Dana Perusahaan
2. Menggunakan
Dana Perusahaan
3. Membagi
Keuntugan / Laba Perusahaan
C. Fungsi Manajemen Keuangan
Adapun
fungsi manajemen keuangan dibagi menjadi dua yaitu fungsi manajemen keuangan
secara umum dan fungsi pokok manajemen keuangan.
Fungsi manajemen
keuangan secara umum antaralain:
1. Perencanaan
Keuangan
Membuat
rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk
periode tertentu.
2. Penganggaran
Keuangan
Tindak
lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan
pemasukan.
3. Pengelolaan
Keuangan
Menggunakan
dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian
Keuangan
Mencari
dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan
Keuangan
Mengumpulkan
dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian
Keuangan
Melakukan
evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan
Keuangan
Melakukan
audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi
penyimpangan.
Fungsi Utama Manajemen
Keuangan antara lain:
1. Investment
Decision : Keputusan terhadap aktiva apa yang akan dikelola perusahaan.
2. Financing
Decision : Keputusan berkaitan dengan penetapan sumber dana yang
diperlukan dan penetapan perimbangan pembelanjaan yang terbaik (struktur modal
yang optimal).
3. Assets
Management Decision : Keputusan berkaitan penggunaan dan pengelolaan
aktiva (kata bijak: lebih mudah membangun daripada mengelola).
D. Prinsip Manajemen Keuangan
Dalam
prakteknya, Manajemen Keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka
menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun sistem
manajemen keuangan yang baik maka diperlukan pengidentifikasian prinsip-prinsip
manajemen keuangan yang baik pula.
Adapun 7 prinsip dari
manajemen keuangan yang harus diperhatikan:
1. Konsistensi
(Consistency) : Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus
konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak
boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan yang
tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu tanda bahwa
terdapat manipulasi di dalam pengelolaan keuangan.
2. Akuntabilitas
(Accountability) : Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang
melekat pada individu, kelompok, atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana
dana, peralatan, atau kewenangan yang diberikan pihak ketiga telah digunakan.
Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumber dayanya dan
apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan
dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana
dana dan kewenangan digunakan.
3. Transparansi
(Transparency) : Organisasi harus terbuka dengan pekerjaannya, menyediakan
informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku
kepentingan. Termasuk di dalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat,
lengkap, dan tepat waktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku
kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini
mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.
4. Kelangsungan
Hidup (Viability) : Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di
tingkat strategic maupun operasional harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang
diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat
keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager organisasi harus
menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat
melaksanakan rencana strategiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.
5. Integritas
(Integrity) : Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang
terlibat harus mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan
keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan
pencatatan keuangan.
6. Pengelolaan
(Stewardship) : Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang
telah diperoleh dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Secara praktek, organisasi dapat melakukan
pengelolaan keuangan dengan baik melalui berhati-hati dalam perencanaan
strategic, identifikasi resiko-resiko keuangan, dan membuat sistem pengendalian
dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.
7. Standar
Akuntansi (Accounting Standards) : Sistem akuntansi dan keuangan yang
digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang
berlaku secara umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia
dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi.
E. Teori Manajemen Keuangan
1.
Perfect capital Market
Secara umum
pasar modal sempurna memiliki karakteristik: tidak ada biaya transaksi, tidak
ada pajak, ada cukup banyak pembeli dan penjual, ada kemampuan akses yang sama
ke pasar, tidak ada biaya informasi, setiap orang memiliki harapan yang sama,
tidak ada biaya yang berhubungan dengan hal kesulitan keuangan.
2.
Discounted Cash Flow
Teori ini
dikembangkan oleh John Burr Williams dan Myron J. Gordon. Kosnsep dasar dari
teori ini adalah pada nilai waktu uang.
3.
Capital Structur Theory
Teori ini
dikembangkan oleh Franco Modiglani dan Merton Miller tahun 1958 atau sering
dinamakan teori MM. Teori yang dikembangkan bahwa nilai suatu
perusahaan tergantung pada arus penghasilan dimasa depan ( future earning
streams) dan oleh karena itu tidak tergantung pada struktur modal. Teori MM
yang pertama ini mengasumsikan pada pasar modal sempurna dan tidak
ada pajak, sehingga sering disebut model MM-Tanpa Pajak. Sekitar tahun 1963
model ini disempurnakan dengan model MM-Dengan Pajak. Dengan adanya pajak
penghasilan, hutang dapat menghemat pajak yang dibayar. Tetapi teori ini lupa
bahwa hutang yang besar dapat menimbulkan financial distress. Karena ada
kelemahan ini kemudian model ini diperbaiki yang sering disebut tax
saving-financial cost trade off theory.
4.
Dividend Theory
Teori ini
juga dikembangkan oleh Modiglani dan Miller, bahwa kebijakan dividen tidak
mempengaruhi nilai perusahaan, karena setiap rupiah pembayaran dividen akan
mengurangi laba ditahan yang digunakan untuk membeli aktiva baru.
5.
Teori Portfolio dan Capital Asset Pricing Model
Teori
Portfolio moder dikembangkan oleh Harry Markowitz tahun 1990 dan mendapat
hadiah nobel. Pelajaran utama dari teori ini adalah bahwa risiko dapat
dikurangi dengan cara mengkombinasikan beberapa jenis aktiva berisiko daripada
hanya memegang salah satu jenis aktiva saja.
F.
Konsep
Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah segala aktivitas dengan
perolehan,pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh.
Oleh karena itu, fungsi pembuatan keputusan dari manajemen keuangan dapat
dibagi menjadi tiga area utama: keputusan sehubungan investasi, pendanaan, dan
manajemen aktiva.
Manajemen keuangan yang efisien mebutuhkan adanya
tujuan dan sasaran, yang digunakan sebagai standar dalam memberikan penilaian
keefisienan keputusan keuangan. Tujuan perusahaan adalah maksimalisasi
kesejahteraan pemilik perusahaan. Banyaknya saham yang dimiliki menunjukan
bukti kepemilikan dalam perusahaan. Kesejahteraan pemegang saham ditunjukan
melalui harga pasar perusahaan, yang juga merupakan refleksi dari keputusan
investasi, pendanaan dan aktiva manajemen. kesuksesan keputusan suatu bisnis
dinilai berdasarkan dampak yang ditimbulkan terhadap harga saham.
Manajemen keuangan adalah menejemen terhadap
fungsi-fungsi keuangan.Sedangkan fungsi keuangan adalah kegiatan utama yang
harus dilakukan oleh mereka yang bertanggung jawab dalam bidang tertentu.
Fungsi menejemen keuangan adalah menggunakan dana dan menempatkan dana.
Manajemen dalam bisnis perusahaan terdiri dari
beberapa individu yang di kelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu :
a.
kelompok manajemen tingkat pelaksana (operational
menegement ), meliputi para suvervisor.
b.
Kelompok manajemen menengah meliputi kepala
department, manajer devisi, dan manager cabang.
c.
Manajemen eksekutif atau disebut juga manajemen puncak
eksekutif sebagai penanggung jawab dari fungsi-fungsi : pemasaran,
pembelanjaan, produksi, pambiyaan, dan akutansi. Manajemen eksekutif secara
prinsipil berkenaan dengan pembuatan keputusan jangka panjang, manajeman
menengah berkaitan dengan keputusan jangka menengah, dan manajemen operasional
berkaitan dengan keputusan jangka pendek.
Konsep
Manajemen dapat digambarkan dalam kalimat seperti “ membuat keputusan, memberi
perintah, menetapkan kebijakan, menyeediakan pekerjaan dan system reward
(imbalan) dan mempekerjakan oaring untuk melaksanakan kebijakan”. Manajemen
menetapkan tujuan yang akan dicapai dengan mengintegrasikan pengetahuan dan
keterampilan dengan kecakapan dan pengalaman personil. supaya berhasil,
manajemen harus melaksanakan secara efektif fungsi-fungsi perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan dan pengorganisasian fungsi utama
manajemen manajemen eksekutif, sedangkan pengawasan merupakan fungsi
operasioanal. Pelaksanaan ketiga fungsi uatama tadi perlu keterlibatan dari
tiap tingkatan manajemen.
Manajemen
memiliki tiga tahapan penting yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan
tahap penelitian, ketiga tahap tadi apabila diterapkandalam manajemen keuangan
adalah menjadi tahap perencanaan keuangan dan tahap pelaksanaan dan tahap
penilaian. Tahapan penting dalam manajemen keuangan antara lain sebagai
berikut:
a.
Peramalan keuangan
Peramalan
keuangan dalam manajemen keuangan digunakan untuk memperkirakan kebutuhan
keuangan dimasa yang akan datang. Jika manajemen keuangan tidak mencoba untuk
mengantisipasi kebutuhan pembiayaan masa depan perusahaannya, maka krisis akan
terjadi setiap kali penerimaan kas lebih kecil dari pengeluaran kas.perencanaan
yang baik ditujukan untuk mengantisipasi dan mempersiapkan perusahaan untuk
menghadapi kondisi masa depan,dimana, ketika perusahaan harus membutuhkan
adanya pembiayaan tambahan, dan juga ketika perusahaan tidak mampu menghasilkan
pemasukan kas.
b.
Perencaaan keuangan dan
penganggaran
Untuk
memperoleh suatu perkiraan lebih akurat mengenai jumlah dan waktu dari
kebutuhan dana perusahaan memerlukan suatu anggaran kas. Metode persentase
untuk peramalan keuangan, memberikan pendahuluan yang sangat bermanfaat serta
biaya rendah untuk mengembangkan anggaran kas yang lebih terperinci, yang akan
digunakan untuk memperkirakan kebutuhan dana perusahaan.
Seperti yang
kita ketahui, tujuan pokok utama dengan adanya manajemen keuangan adalah untuk
merencanakan anggaran atau dana dari suatu organisasi atau perusahaan agar bisa
mengembankan, menggunakan dan memperoleh laba atau peningkatan atas apa yang
dijalankan. Dengan adanya keuangan yang termanajemen maka perusahaan bisa
mengetahui, mengontrol dan dapat mengambil keputusan yang bijaksana mengenai
prosedur penggunaan anggaran. Adapun untuk memperoleh anggaran itu sendiri
dimanajemen keuangan tentunya juga mempunyai prosedur atau aturan agar anggaran
tersebut bisa diperoleh.
c.
Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis
sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer
keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan
asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana
dan penggunaan dana. Alat analisa yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi
dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisa rasio dan proporsional.
Langkah
pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang
disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan
perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber
atau penggunaan dana.
Pada umumnya
rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
·
Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
·
Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur
seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya
dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
·
Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur
efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas
melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai
jenis harta.
·
Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk
mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap
penjualan dan investasi perusahaan.
·
Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur
seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi
dan industri.
·
Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi
perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi
pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan,
penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan
dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Manajemen keuangan dapat
didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok
manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan
kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas
manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan.
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola
dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum dan untuk memaksimalisasi
nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka
harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Manajemen keuangan yang efisien
mebutuhkan adanya tujuan dan sasaran, yang digunakan sebagai standar dalam
memberikan penilaian keefisienan keputusan keuangan.
B. Saran
Setiap orang dalam menjalankan rencana yang ingin
dilakukannya tentu memiliki manajemen atau caranya tersendiri. Sebagai seorang
kader calon bidan maka kita juga penting untuk mengetahui banyak pengetahuan
umum termasuk salah satunya adalah pengetahuan mengenai manajemen keuangan.
Karena tanpa kita pungkiri, setelah kita terjun ke masyarakat kita akan
merasakan bagaimana mengelolah suatu instansi tempat bekerja seperti BPM
misalnya. Untuk mengelolah BPM ini juga nantinya kita harus mempunyai manajemen
yang jelas termasuk manajemen keuangannya. Untuk itu penting bagi kita untuk
mengetahui sedikit mengenai bagaimana konsep manajemen keuangan itu sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Heru sutojo. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN. Jakarta:salemba
empat.1997.
http://esthieli.blogspot.co.id/2014/05/organisasi-manajemen-kebidanan.html

0 komentar:
Posting Komentar