Minggu, 02 April 2017

Makalah Psikologi Kebidanan Pada Masa Kehamilan dan Gangguannya

Diposting oleh Unknown di 15.59
MAKALAH PSIKOLOGI KEBIDANAN
PSIKOLOGI MASA KEHAMILAN dan GANGGUANNYA

DI SUSUN OLEH :
Kelompok 2
Restika Lelung                                                                        (16140003)
Maria Gabriella Yohana Puti Gana                                      (16140008)
Nur Fitriani                                                                            (16140015)
Santi Normala                                                                        (16140017)
Ni Luh Gede Adnyasuari                                                       (16140023)
Okvani Karin                                                                         (16140024)
Selvira Indriyanti                                                                   (16140027)
Sri Mahatma Kesava Murti                                                   (16140036)
Aprilia Retno Sari                                                                  (16140037)
Chlara Melanie Triandari                                                      (16140038)
Maria Mincelina Kewa                                                          (16140050)
Dwi Ayu Pamungkas                                                              (16140065)
Selfia Megawati Matero                                                         (16140067)
Ana Krisnawati                                                                      (16140073)
Srigita Dewiyana Herlyn                                                       (16140074)
Elisabeth Claudia De Yanuari Da Cunha                              (16140080)

UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D4 BIDAN PENDIDIK
TA 2016/2017

KATA PENGANTAR


                Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena atas rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Makalah Psikologi Kebidanan” tentang “Psikologi Masa Kehamilan dan Gangguannya”. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Psikologi Keidanan Prodi D-IV Bidan Pendidik di Universitas Respati Yogyakarta.
Kami menyadari bahwa dalam penyelesaian makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik dalam segi pembahasan, penulisan dan penyusunan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing mata kuliah Konsep Kebidanan untuk menyempurnakan makalah ini.


Yogyakarta, 28 Maret 2017

Penyusun

 




BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kehamilan merupakan suatu anugerah yang menyenangkan bagi setiap wanita. Sepanjang daur kehidupan wanita, sudah menjadi kodratnya akan mengalami proses kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kehamilan merupakan fenomena normal yang terjadi karena adanya pertemuan sel sperma dengan sel telur di tuba fallopi, kemudian bernidasi dilapisan endometrium yang akan berkembang menjadi janin, lamanya kehamilan normal 280 hari atau 40 minggu.
Proses kehamilan yang dialami setiap wanita akan menimbulkan perubahan–perubahan pada fisik, maupun psikologis. Direncanakan atau tidak, calon ibu perlu mempersiapkan diri secara psikologis sejak sebelum, selama, dan sesudah kehamilan. Perubahan–perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan, merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Sangat disayangkan sekali, ketika wanita mengetahui terjadi perubahan dalam dirinya, akan tetapi tidak mengetahui bagaimana perawatan kehamilannya (Manuaba, 2008).

1.2. Rumusan Masalah

1.      Apa itu kehamilan?
2.      Apa saja perubahan psikologi pada masa kehamilan?
3.      Bagaimana adaptasi psikologi pada masa kehamilan?
4.      Apa saja gangguang psikolgi pada masa kehamilan?

1.3. Tujuan

1.      Agar mengetahui apa itu kehamilan
2.      Agar mengetahui perubahan psikologis masa kehamilan
3.      Agar mengetahui adaptasi psikologis masa kehamilan
4.      Agar mengetahui gangguan psikologis masa kehamialan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Definisi

Kehamilan merupakan suatu masa dimana seorang wanita membawa embrio atau fetus dalam rahimnya. Selama kehamilan banyak terjadi gestasi seperti anak kembar atau triplet. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu mulai waktu menstruais terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan).
Ada beberapa pengertian yang terkait dengan kehamilan sebagai berikut :
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah. Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria sangat besar kemungkinan akan mengalami kehamilan (Mandriwati,2008).
Kehamilan merupakan proses mata rantai yang berkesinambungan terdiri dari ovulasi : pelepasan ovum, terjadi migrasi spermatozoa dan ovum, terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot, terjadi nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan placenta, tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm. (Manuaba, 2008)
Untuk tiap kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuahan ovum (konsepsi) dan nidasi hasil konsepsi. (Hanifa Wiknjosastro, 2008)

2.2. Perubahan Psikologis Selama Masa Kehamilan

·         Perubahan Psikologi Pada Trimester I
                               a.            Ibu merasa tidak sehat dan kadang-kadang merasa benci dengan kehamilannya.
                              b.            Kadang muncul penolakan, kecemasan dan kesedihan. Bahkan kadang ibu berharap agar dirinya tidak hamil saja.
                               c.            Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini dilakukan sekedar untuk meyakinkan dirinya.
                              d.            Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan seksama.
                               e.            Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan merahasiakannya.
·         Perubahan Psikologi Pada Trimester II
                               a.            Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone yang tinggi
                              b.            Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
                               c.            Merasakan gerakan anak
                              d.            Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran
                               e.            Libido meningkat
                               f.            Menuntut perhatian dan cinta
                              g.            Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya
                              h.            Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang baru menjadi ibu
                                i.            Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan persiapan untuk peran baru.
·         Perubahan Psikologi Pada Trimester III
                               a.            Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik.
                              b.            Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu
                               c.            Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, khawatir akan keselamatannya
                              d.            Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi yang mencerminkan perharian dan kekhawatirannya
                               e.            Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya
                               f.            Merasa kehilangan perhatian
                              g.            Perasaan mudah terluka (sensitive)

2.3.  Adaptasi Psikologi Selama Masa Kehamilan

·         Pada Trimester I
Setelah konsepsi kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh akan meningkat dan ini akan menyebabkan timbulnya mual dan muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan seringkali membenci kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan. Seringkali, biasanya pada awal kehamilannya, ibu berharap untuk tidak hamil. Hampir 80 % kecewa, menolak, gelisah, depresi dan murung. Kejadian gangguan jiwa sebesar 15 % pada trimester I yang kebanyakan pada kehamilan pertama.
Menurut kumar dan robson (1978) 12% wanita yang mendatangi klinik menderita depresi terutama pada mereka yang ingin menggugurkan kandungannya. Perubahan psikologis yang terjadi pada kehamilan trimester I didasari pada teori Revarubin. Teori ini menekankan pada pencapaian peran sebagai ibu, dimana untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian aktifitas. Trimester pertama ini sering dirujuk kepada masa penentuan. Penentuan membuat fakta wanita bahwa ia hamil. Beberapa tahapan aktifitas penting seseorang menjadi ibu :
1.      Taking On
Seorang wanita dalam pencapaian peran sebagai ibu akan memulainya dengan meniru dan melakukan peran ibu.
2.      Taking In
Seorang wanita sudah mulai membayangkan peran yang dilakukan
3.      Letting Go
Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang sudah dilakukannya.
Kehamilan pada trimester I ini cenderung terjadi pada tahapan aktifitas yang dilalui seorang ibu dalam mencapai perannya yaitu pada tahap taking on. Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda - tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.
·         Pada Trimester II
Trimester kedua dapat dibagi menjadi dua fase yaitu prequickeckening dan postquickening yang dapat dilihat pada penjelasan berikut :
       a.            Fase prequickening
Selama akhir trimester pertama dan masa preqiuckening (sebelum adanya pergerakan janin yang dirasakan ibu) pada trimester kedua, ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya dan segala aspek di dalammya dengan ibunya yang telah terjadi selama ini. Ibu menganalisa dan mengevaluasi kembali segala hubungan interpersonal yang telah terjadi dan akan menjadi dasar bagaimana ia mengembangkan hubungan dengan anak yang akan dilahirkannya.
      b.            Fase postquickening
Setelah ibu hamil merasakan quickening (setelah adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu) identitas keibuan yang jelas akan muncul. Ibu hamil akan fokus pada kehamilannya dan persiapan menghadapi peran baru sebagai seorang ibu. Perubahan ini bisa menyebabkan kesedihan meninggalkan peran lamanya sebelum kehamilan, terutama pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan wanita karir. Ibu harus diberikan pengertian bahwa ia tidak harus membuang segala peran yang ia terima sebelum kehamilannya.
·         Pada Trimester III
Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang - kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Ibu seringkali merasa khawatir atau takut kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan.
Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan dukungan dari suami, keluarga dan bidan. Trimester ketiga sering kali disebut periode menunggu / penantian dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Trimester III adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orangtua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi (Ade, 2011).

2.4. Gangguan Psikologis Masa Kehamilan

       a.            Kehamilan yang Tidak Diharapkan/Dikendaki
Yaitu kehamilan yang diluar kehendak ibu. Reaksi emosi kehamilan yang tak dikehandaki ialah ibu mudah emosional seperti mudah marah, rasa benci dan murung, gampang bingung, serta stres bahkan bisa depresi atau bunuh diri. Biasanya faktor-faktor penyebabnya yaitu:
1)      Ibu tidak siap dalam menjalani kehamilan
2)      Mengikuti pendidikan atau karier
3)      Suami yang tidak ingin memiliki anak lagi
4)      Kebencian kepada suami akibat perkawinan yang dipaksakan
5)      Hasil perselingkuhan atau korban pemerkosaan
6)      Faktor kesehatan ibu dan ekonomi yang kurang mendukung
7)      Penggunaan alat kontasepsi yang tidak sesuai
      b.            Kehamilan dengan Janin Mati
Ibu dengan bayi yang meninggal pada periode perinatal mengalami penderitaan. Selama kehamilan mereka telah memulai untuk mengenali dan merasa dekat dengan janinnya. Ibu yang mengalami proses kehilangan janin dalam kandungan akan merasa kehilangan. Pada proses berduka ibu memperlihatkan perilaku yang khas dan merasa emosional tertentu. Hal ini dikelompkkan ke dalam berbagai tahapan meliputi:
1)      Syok dan Menyangkal
2)      Marah dan Bargaining
3)      Disorientasi dan Depresi
4)      Reorganisasi dan Penerimaan
       c.            Kehamilan dengan Ketergantungan Obat
Ketergantungan obat telah menjadi masalah yang besar diberbagai negara, walaupun di Indonesia masalah ini relatif masih kecil dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun pemerintah telah mengambil kebijaksaan membentuk badan resmi khusus untuk menangani masalah ketergantungan
1)      Pengertian
Ketergantungan obat adalah suatu keadaan kebutuhan fisik atau mental (psikologis) atau kedua-duanya yang terjadi sebagai akibat pemakaian obat secara terus-menerus atau secara periodik
Jenis oabat yang banyak menimbulkan ketergantungan yaitu:
a)      Jenis Cannabas (ganja)
b)      Jenis Opiat (morfin, heroin, pethidin)
c)      Jenis Barbiturat (magadon, nembutal, dsb)
d)     Jenis Alkohol

2)      Dampak hamil dengan ketergantungan obat
Pemakaian obat-obatan oleh wanita hamil dapat menyebabkan masalah baik pada ibu maupun janinnya. Janin akan mengalami cacat fisik dan emosional
3)      Tindakan dalam penanggulangan ketergantungan obat
Salah satu tindakan perawatan pada ibu hamil dengan ketergantungan obat yaitu mengadakan hubungan dengan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan dimana ibu belajar menyesuaikan diri dalam menghadapi kehidupan. Keluaga sebaiknya dilibatkan dan diajak mengetahui permasalahan yang dihadapi dan apa yang dapat dilakukan untuk menolong ibu, menerima keadaanya dan melanjutkan perawatannya dirumah
      d.            Kemandulan
Istilah kemandulan selalu ditujukan kepada wanita akibat ketidakmampuan untuk melahirkan anak. Kemandulan juga dianggap sebagai inferioritas dari sorang wanita, sebab wanita itu baru bisa menerima status masyarakat manakala dia mampu melahirkan anak. Tetapi, pandangan tersebut telah berubah seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Kemandulan tidak lagi dianggap inferioritas wanita. Secara umum timbulnya kemandulan pada wanita atau pria adalah akibat kegagalan pada fungsi reproduksi dan kondisi psikisnya, seperti depresi atau stres berat.
Pengalaman membuktikan bahwa ketakutan serta kecemasan yang berkaitan dengan fungsi reproduksi akan menimbulkan dampak yang merintangi tercapainya orgasme pada coitus. Pendapat yang keliru tentang reproduksi akan diinternalisasikan (dicernakan dalam pribadinya) oleh wanita yang bersangkutan dan lambat laun akan menjadi pengaruh psikis
Pengaruh psikis:
1)      Ketakutan-ketakutan yang tidak disadari (dibawah alam sadar)
2)      Ketakutan yang bersifat inflantile (kekanak-kanakan)
Ketakutan itu tidak hanya berkaitan dengan fungsi reproduksi saja akan tetapi berhubungan dengan segala aspek kegiatan seksual.adapun sebab-sebab dari ketakutan tersebut dipengaruhi oleh pengalamansejak pubertas.
Tipe wanita yang berkaitan denga kemandulan
1)      Tipe Unmarried
2)      Tipe Wanita Karier
3)      Tipe Agresif Maskulin
4)      Tipe Steril Akibat Gangguan Emosional
       e.            Kehamilan Diluar Nikah
Biasanya diakibatkan oleh pergaulan bebas yang diakibatkan oleh didikan dari keluarganya berupa:
1)      Kurangnya kasih sayang yang diberikan oleh keluarga terhadap anak perempuannya karenan kesibuakan orang tua, perceraian maupun broken home
2)      Keluarga yang terlalu disiplin sehingga anak tersebut memberontak untuk menunjukkan kedewasaanya.
Reaksi wanita yang mengalami kehamilan diluar nikah dapat terjadi:
1)      Melarikan diri dari tanggung jawab, melakukan aborsi, membuang anaknya, menitipkan anaknya keorang lain atau panti asuhan.
2)      Berusaha melakukan aborsi ataupun bunuh diri
3)      Melakukan pekerjaannya sebagai seorang ibu walau dengan keterpaksaan atau sukarela dan akhirnya menerima anaknya.
       f.            Pseudosiesis
Merupakan kehamilan imaginer atau palsu. Gejala kehamilan palsu ini secara psikis lebih berat gangguannya darpada peristiwa abortus. Biasanya tanda dan gejala yang timbul seperti tanda-tanda kehamilan yaitu:
1)      Berhentinya menstruasi
2)      Membesarnya perut
3)      Payudara membesar dantegang
4)      Panggul melebar
5)      Perubahan-perubahan kelenjar endoktrin, dll
Pada kehamilan pseudosies secara psikologis ada sikap yang ambivalen terhadap kehamilannya yaitu ingin sekali hamil, sekaligus dibarengi ketakutan untuk merealisasikan keinginan punya anak, sehingga terjadi proses inhibisi
Keinginan-keinginan tersebut dibarengi rasa bersalah dan dorongan untuk menghukum diri sendiri yang kemudian dikompensasikan dalam bentuk agresivitas. Secara simultan berbarengan  muncul kesediaan untuk tidak mau menyadari bahwa kehamilannya ilusi belaka. Oleh komponen yang kontradiktif ini wanita yang bersangkutan biasanya tidak mau ke dokter untuk memeriksakan diri.
      g.            Keguguran
Reaksi wanita terhadap keguguran kandungannya itu sangat bergantung pada konstitusi pikirannya sendiri. Maka tak bisa dipungkiri, bahwa janin atau bayi yang dikandungnya itu dirasakan sebagai bagian dari jasmani dan rohaninya sendiri. Dan berkepentingan terhadap ego wanita yang mengandung embrio tersebut
Beberapa sebab keguguran menurut pendapat psikiater yaitu:
1)      Adanya penolakan dari ayah bayi
2)      Adanya penolakan dari ibu bayi
3)      Ketakutan untuk menjadi ibu
4)      Kecemasan yang disebabkan dari stres pekerjaan atau perselisihan dengan suami maupun dengan anggota keluarga yang lain

BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

Kehamilan merupakan suatu masa dimana seorang wanita membawa embrio atau fetus dalam rahimnya. Selama kehamilan banyak terjadi gestasi seperti anak kembar atau triplet. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu mulai waktu menstruais terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan).
Beberapa tahapan aktifitas penting seseorang menjadi ibu :
1.      Taking On
Seorang wanita dalam pencapaian peran sebagai ibu akan memulainya dengan meniru dan melakukan peran ibu.
2.      Taking In
Seorang wanita sudah mulai membayangkan peran yang dilakukan
3.      Letting Go
Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang sudah dilakukannya.
Gangguan Psikologi masa kehamilan
       a.            Kehamilan yang Tidak Diharapkan/Dikendaki
      b.            Kehamilan dengan Janin Mati
       c.            Kehamilan dengan Ketergantungan Obat
      d.            Kemandulan
       e.            Kehamilan Diluar Nikah
       f.            Pseudosiesis
      g.            Keguguran

DAFTAR PUSTAKA

Zan Herri P, Lumongga Namora L., 2010. Pengantar Psikologi untuk Kebidanan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
Suryani Eko, Widyasih Hesty,. 2008. Psikologi Ibu dan Anak. Fitramaya, Yogyakarta.
http://diyahhalsyah.blogspot.co.id/2015/03/makalah-tentang-perubahan-psikologi-dan.html

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea