MAKALAH PSIKOLOGI KEBIDANAN
PSIKOLOGI MASA KEHAMILAN dan
GANGGUANNYA
DI
SUSUN OLEH :
Kelompok
2
Restika Lelung (16140003)
Maria Gabriella Yohana Puti Gana (16140008)
Nur Fitriani (16140015)
Santi Normala (16140017)
Ni Luh Gede Adnyasuari (16140023)
Okvani Karin (16140024)
Selvira Indriyanti (16140027)
Sri Mahatma Kesava Murti (16140036)
Aprilia Retno Sari (16140037)
Chlara Melanie Triandari (16140038)
Maria Mincelina Kewa (16140050)
Dwi Ayu Pamungkas (16140065)
Selfia Megawati Matero (16140067)
Ana Krisnawati (16140073)
Srigita Dewiyana Herlyn (16140074)
Elisabeth Claudia De Yanuari Da
Cunha (16140080)
UNIVERSITAS
RESPATI YOGYAKARTA
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
PROGRAM
STUDI D4 BIDAN PENDIDIK
TA
2016/2017
KATA PENGANTAR
Marilah kita panjatkan puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena atas rahmat-Nya kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Makalah Psikologi Kebidanan”
tentang “Psikologi Masa Kehamilan dan Gangguannya”. Makalah ini disusun sebagai
salah satu tugas mata kuliah Psikologi Keidanan Prodi D-IV Bidan Pendidik di
Universitas Respati Yogyakarta.
Kami
menyadari bahwa dalam penyelesaian makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
baik dalam segi pembahasan, penulisan dan penyusunan. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing mata kuliah Konsep
Kebidanan untuk menyempurnakan makalah ini.
Yogyakarta, 28 Maret 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu anugerah yang menyenangkan
bagi setiap wanita. Sepanjang daur kehidupan wanita, sudah menjadi kodratnya
akan mengalami proses kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kehamilan merupakan
fenomena normal yang terjadi karena adanya pertemuan sel sperma dengan sel
telur di tuba fallopi, kemudian bernidasi dilapisan endometrium yang akan
berkembang menjadi janin, lamanya kehamilan normal 280 hari atau 40
minggu.
Proses kehamilan yang dialami setiap wanita akan
menimbulkan perubahan–perubahan pada fisik, maupun psikologis. Direncanakan
atau tidak, calon ibu perlu mempersiapkan diri secara psikologis sejak sebelum,
selama, dan sesudah kehamilan. Perubahan–perubahan fisik yang terjadi selama
kehamilan, merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Sangat
disayangkan sekali, ketika wanita mengetahui terjadi perubahan dalam dirinya,
akan tetapi tidak mengetahui bagaimana perawatan kehamilannya (Manuaba, 2008).
1.2. Rumusan Masalah
1.
Apa itu
kehamilan?
2.
Apa saja
perubahan psikologi pada masa kehamilan?
3.
Bagaimana
adaptasi psikologi pada masa kehamilan?
4.
Apa saja
gangguang psikolgi pada masa kehamilan?
1.3. Tujuan
1.
Agar mengetahui
apa itu kehamilan
2.
Agar mengetahui
perubahan psikologis masa kehamilan
3.
Agar mengetahui
adaptasi psikologis masa kehamilan
4.
Agar mengetahui
gangguan psikologis masa kehamialan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Definisi
Kehamilan
merupakan suatu masa dimana seorang wanita membawa embrio atau fetus dalam
rahimnya. Selama kehamilan banyak terjadi gestasi seperti anak kembar atau
triplet. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu mulai waktu menstruais
terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan).
Ada
beberapa pengertian yang terkait dengan kehamilan sebagai berikut :
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah. Setiap wanita
yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan
melakukan hubungan seksual dengan seorang pria sangat besar kemungkinan akan
mengalami kehamilan (Mandriwati,2008).
Kehamilan merupakan proses mata rantai yang
berkesinambungan terdiri dari ovulasi : pelepasan ovum, terjadi migrasi
spermatozoa dan ovum, terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot, terjadi nidasi
(implantasi) pada uterus, pembentukan placenta, tumbuh kembang hasil konsepsi
sampai aterm. (Manuaba, 2008)
Untuk tiap kehamilan harus ada spermatozoa, ovum,
pembuahan ovum (konsepsi) dan nidasi hasil konsepsi.
(Hanifa Wiknjosastro, 2008)
2.2.
Perubahan Psikologis Selama Masa Kehamilan
·
Perubahan Psikologi Pada Trimester I
a.
Ibu merasa tidak
sehat dan kadang-kadang merasa benci dengan kehamilannya.
b.
Kadang muncul
penolakan, kecemasan dan kesedihan. Bahkan kadang ibu berharap agar dirinya
tidak hamil saja.
c.
Ibu akan selalu
mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini dilakukan sekedar
untuk meyakinkan dirinya.
d.
Setiap perubahan
yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan seksama.
e.
Oleh karena
perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang yang mungkin akan
diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan merahasiakannya.
·
Perubahan Psikologi Pada Trimester II
a.
Ibu merasa sehat,
tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone yang tinggi
b.
Ibu sudah bisa
menerima kehamilannya
c.
Merasakan gerakan
anak
d.
Merasa terlepas
dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran
e.
Libido meningkat
f.
Menuntut perhatian
dan cinta
g.
Merasa bahwa bayi
sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya
h.
Hubungan sosial
meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang baru menjadi
ibu
i.
Ketertarikan dan
aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan persiapan untuk peran
baru.
·
Perubahan Psikologi Pada Trimester III
a.
Rasa tidak nyaman
timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik.
b.
Merasa tidak
menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu
c.
Takut akan rasa
sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, khawatir akan
keselamatannya
d.
Khawatir bayi akan
dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi yang mencerminkan perharian dan
kekhawatirannya
e.
Merasa sedih
karena akan terpisah dari bayinya
f.
Merasa kehilangan
perhatian
g.
Perasaan mudah
terluka (sensitive)
2.3. Adaptasi
Psikologi Selama Masa Kehamilan
·
Pada Trimester I
Setelah konsepsi kadar hormon progesteron dan estrogen
dalam tubuh akan meningkat dan ini akan menyebabkan timbulnya mual dan muntah
pada pagi hari, lemah, lelah dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat
dan seringkali membenci kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan,
penolakan, kecemasan dan kesedihan. Seringkali, biasanya pada awal
kehamilannya, ibu berharap untuk tidak hamil. Hampir 80 % kecewa, menolak,
gelisah, depresi dan murung. Kejadian gangguan jiwa sebesar 15 % pada trimester
I yang kebanyakan pada kehamilan pertama.
Menurut kumar dan robson (1978) 12% wanita yang
mendatangi klinik menderita depresi terutama pada mereka yang ingin
menggugurkan kandungannya. Perubahan psikologis yang terjadi pada kehamilan
trimester I didasari pada teori Revarubin. Teori ini menekankan pada pencapaian
peran sebagai ibu, dimana untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan
proses belajar melalui serangkaian aktifitas. Trimester pertama ini sering
dirujuk kepada masa penentuan. Penentuan membuat fakta wanita bahwa ia hamil.
Beberapa tahapan aktifitas penting seseorang menjadi ibu :
1.
Taking On
Seorang wanita dalam
pencapaian peran sebagai ibu akan memulainya dengan meniru dan melakukan peran
ibu.
2.
Taking In
Seorang wanita sudah mulai
membayangkan peran yang dilakukan
3.
Letting Go
Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang
sudah dilakukannya.
Kehamilan pada trimester I ini cenderung terjadi pada
tahapan aktifitas yang dilalui seorang ibu dalam mencapai perannya yaitu pada
tahap taking on. Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda -
tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.
·
Pada Trimester II
Trimester kedua dapat dibagi
menjadi dua fase yaitu prequickeckening dan postquickening yang dapat dilihat pada
penjelasan berikut :
a.
Fase prequickening
Selama akhir trimester pertama
dan masa preqiuckening (sebelum adanya pergerakan janin yang
dirasakan ibu) pada trimester kedua, ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya
dan segala aspek di dalammya dengan ibunya yang telah terjadi selama ini. Ibu
menganalisa dan mengevaluasi kembali segala hubungan interpersonal yang telah
terjadi dan akan menjadi dasar bagaimana ia mengembangkan hubungan dengan anak
yang akan dilahirkannya.
b.
Fase postquickening
Setelah ibu hamil
merasakan quickening (setelah adanya pergerakan janin yang
dirasakan oleh ibu) identitas keibuan yang jelas akan muncul. Ibu hamil akan
fokus pada kehamilannya dan persiapan menghadapi peran baru sebagai seorang
ibu. Perubahan ini bisa menyebabkan kesedihan meninggalkan peran lamanya
sebelum kehamilan, terutama pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan
wanita karir. Ibu harus diberikan pengertian bahwa ia tidak harus membuang
segala peran yang ia terima sebelum kehamilannya.
·
Pada Trimester III
Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal
yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang - kadang ibu merasa khawatir bahwa
bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan
kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Ibu
seringkali merasa khawatir atau takut kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak
normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan
menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya.
Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang
akan timbul pada waktu melahirkan.
Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada
trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping
itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan
perhatian khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu
memerlukan keterangan dan dukungan dari suami, keluarga dan bidan. Trimester
ketiga sering kali disebut periode menunggu / penantian dan waspada sebab pada
saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Trimester III
adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orangtua
seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi (Ade, 2011).
2.4.
Gangguan Psikologis Masa Kehamilan
a.
Kehamilan yang
Tidak Diharapkan/Dikendaki
Yaitu
kehamilan yang diluar kehendak ibu. Reaksi emosi kehamilan yang tak dikehandaki
ialah ibu mudah emosional seperti mudah marah, rasa benci dan murung, gampang
bingung, serta stres bahkan bisa depresi atau bunuh diri. Biasanya
faktor-faktor penyebabnya yaitu:
1) Ibu tidak siap dalam menjalani kehamilan
2) Mengikuti pendidikan atau karier
3) Suami yang tidak ingin memiliki anak lagi
4) Kebencian kepada suami akibat perkawinan yang
dipaksakan
5) Hasil perselingkuhan atau korban pemerkosaan
6) Faktor kesehatan ibu dan ekonomi yang kurang
mendukung
7) Penggunaan alat kontasepsi yang tidak sesuai
b.
Kehamilan dengan
Janin Mati
Ibu dengan bayi yang meninggal pada periode
perinatal mengalami penderitaan. Selama kehamilan mereka telah memulai untuk
mengenali dan merasa dekat dengan janinnya. Ibu yang mengalami proses
kehilangan janin dalam kandungan akan merasa kehilangan. Pada proses berduka
ibu memperlihatkan perilaku yang khas dan merasa emosional tertentu. Hal ini
dikelompkkan ke dalam berbagai tahapan meliputi:
1) Syok dan Menyangkal
2) Marah dan Bargaining
3) Disorientasi dan Depresi
4) Reorganisasi dan Penerimaan
c.
Kehamilan dengan
Ketergantungan Obat
Ketergantungan obat telah menjadi masalah yang besar
diberbagai negara, walaupun di Indonesia masalah ini relatif masih kecil
dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun pemerintah telah mengambil
kebijaksaan membentuk badan resmi khusus untuk menangani masalah ketergantungan
1)
Pengertian
Ketergantungan
obat adalah suatu keadaan kebutuhan fisik atau mental (psikologis) atau
kedua-duanya yang terjadi sebagai akibat pemakaian obat secara terus-menerus
atau secara periodik
Jenis oabat yang banyak
menimbulkan ketergantungan yaitu:
a) Jenis Cannabas (ganja)
b) Jenis Opiat (morfin, heroin, pethidin)
c) Jenis Barbiturat (magadon, nembutal, dsb)
d) Jenis Alkohol
2)
Dampak hamil
dengan ketergantungan obat
Pemakaian obat-obatan oleh wanita hamil dapat
menyebabkan masalah baik pada ibu maupun janinnya. Janin akan mengalami cacat
fisik dan emosional
3)
Tindakan dalam
penanggulangan ketergantungan obat
Salah
satu tindakan perawatan pada ibu hamil dengan ketergantungan obat yaitu
mengadakan hubungan dengan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan dimana ibu
belajar menyesuaikan diri dalam menghadapi kehidupan. Keluaga sebaiknya
dilibatkan dan diajak mengetahui permasalahan yang dihadapi dan apa yang dapat
dilakukan untuk menolong ibu, menerima keadaanya dan melanjutkan perawatannya
dirumah
d.
Kemandulan
Istilah kemandulan selalu ditujukan kepada wanita
akibat ketidakmampuan untuk melahirkan anak. Kemandulan juga dianggap sebagai
inferioritas dari sorang wanita, sebab wanita itu baru bisa menerima status
masyarakat manakala dia mampu melahirkan anak. Tetapi, pandangan tersebut telah
berubah seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Kemandulan tidak
lagi dianggap inferioritas wanita. Secara umum timbulnya kemandulan pada wanita
atau pria adalah akibat kegagalan pada fungsi reproduksi dan kondisi psikisnya,
seperti depresi atau stres berat.
Pengalaman membuktikan bahwa ketakutan serta
kecemasan yang berkaitan dengan fungsi reproduksi akan menimbulkan dampak yang
merintangi tercapainya orgasme pada coitus. Pendapat yang keliru tentang
reproduksi akan diinternalisasikan (dicernakan dalam pribadinya) oleh wanita
yang bersangkutan dan lambat laun akan menjadi pengaruh psikis
Pengaruh psikis:
1)
Ketakutan-ketakutan
yang tidak disadari (dibawah alam sadar)
2)
Ketakutan yang
bersifat inflantile (kekanak-kanakan)
Ketakutan itu tidak hanya berkaitan dengan fungsi
reproduksi saja akan tetapi berhubungan dengan segala aspek kegiatan
seksual.adapun sebab-sebab dari ketakutan tersebut dipengaruhi oleh
pengalamansejak pubertas.
Tipe
wanita yang berkaitan denga kemandulan
1) Tipe Unmarried
2) Tipe Wanita Karier
3) Tipe Agresif Maskulin
4) Tipe Steril Akibat Gangguan Emosional
e.
Kehamilan Diluar
Nikah
Biasanya
diakibatkan oleh pergaulan bebas yang diakibatkan oleh didikan dari keluarganya
berupa:
1) Kurangnya kasih sayang yang diberikan oleh keluarga
terhadap anak perempuannya karenan kesibuakan orang tua, perceraian maupun broken home
2) Keluarga yang terlalu disiplin sehingga anak
tersebut memberontak untuk menunjukkan kedewasaanya.
Reaksi wanita yang mengalami kehamilan diluar nikah
dapat terjadi:
1) Melarikan diri dari tanggung jawab, melakukan
aborsi, membuang anaknya, menitipkan anaknya keorang lain atau panti asuhan.
2) Berusaha melakukan aborsi ataupun bunuh diri
3) Melakukan pekerjaannya sebagai seorang ibu walau
dengan keterpaksaan atau sukarela dan akhirnya menerima anaknya.
f.
Pseudosiesis
Merupakan kehamilan imaginer atau palsu. Gejala
kehamilan palsu ini secara psikis lebih berat gangguannya darpada peristiwa
abortus. Biasanya tanda dan gejala yang timbul seperti tanda-tanda kehamilan
yaitu:
1) Berhentinya menstruasi
2) Membesarnya perut
3) Payudara membesar dantegang
4) Panggul melebar
5) Perubahan-perubahan kelenjar endoktrin, dll
Pada kehamilan pseudosies secara psikologis ada
sikap yang ambivalen terhadap kehamilannya yaitu ingin sekali hamil, sekaligus
dibarengi ketakutan untuk merealisasikan keinginan punya anak, sehingga terjadi
proses inhibisi
Keinginan-keinginan tersebut dibarengi rasa bersalah
dan dorongan untuk menghukum diri sendiri yang kemudian dikompensasikan dalam
bentuk agresivitas. Secara simultan berbarengan
muncul kesediaan untuk tidak mau menyadari bahwa kehamilannya ilusi
belaka. Oleh komponen yang kontradiktif ini wanita yang bersangkutan biasanya
tidak mau ke dokter untuk memeriksakan diri.
g.
Keguguran
Reaksi wanita terhadap keguguran kandungannya itu
sangat bergantung pada konstitusi pikirannya sendiri. Maka tak bisa dipungkiri,
bahwa janin atau bayi yang dikandungnya itu dirasakan sebagai bagian dari
jasmani dan rohaninya sendiri. Dan berkepentingan terhadap ego wanita yang
mengandung embrio tersebut
Beberapa sebab keguguran menurut pendapat psikiater
yaitu:
1)
Adanya penolakan dari ayah bayi
2)
Adanya penolakan dari ibu bayi
3)
Ketakutan untuk menjadi ibu
4)
Kecemasan yang disebabkan dari stres
pekerjaan atau perselisihan dengan suami maupun dengan anggota keluarga yang
lain
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Kehamilan
merupakan suatu masa dimana seorang wanita membawa embrio atau fetus dalam
rahimnya. Selama kehamilan banyak terjadi gestasi seperti anak kembar atau
triplet. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu mulai waktu menstruais
terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan).
Beberapa tahapan
aktifitas penting seseorang menjadi ibu :
1.
Taking On
Seorang wanita dalam
pencapaian peran sebagai ibu akan memulainya dengan meniru dan melakukan peran
ibu.
2.
Taking In
Seorang wanita sudah mulai
membayangkan peran yang dilakukan
3.
Letting Go
Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang
sudah dilakukannya.
Gangguan Psikologi masa kehamilan
a.
Kehamilan yang
Tidak Diharapkan/Dikendaki
b.
Kehamilan dengan
Janin Mati
c.
Kehamilan dengan
Ketergantungan Obat
d.
Kemandulan
e.
Kehamilan Diluar
Nikah
f.
Pseudosiesis
g.
Keguguran
DAFTAR PUSTAKA
Zan Herri P, Lumongga Namora L., 2010. Pengantar Psikologi untuk Kebidanan.
Kencana Prenada Media Group. Jakarta
Suryani
Eko, Widyasih Hesty,. 2008. Psikologi Ibu
dan Anak. Fitramaya, Yogyakarta.
http://diyahhalsyah.blogspot.co.id/2015/03/makalah-tentang-perubahan-psikologi-dan.html

0 komentar:
Posting Komentar