Selasa, 14 Februari 2017

Adaptasi Psikologi

Diposting oleh Unknown di 06.12
RESUME KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN 1
ADAPTASI PSIKOLOGI

Dosen Pembimbing : Almira Gitta Novika, S.Si.T., M.Kes

DI SUSUN OLEH :

Nur Fitriani                                                                                       16140015
Chlara Melanie Triandari                                                                16140038
Maria Aprilia Nadia Billa                                                                 16140005
Riska Tri Novianti                                                                            16140042
Ni Luh Eka Febriyanti                                                                     16140052
Dwi Ayu Pamungkas                                                                        16140065
Efriyanti                                                                                             16140116
Kelas B 13.1
Program Studi D4 Bidan Pendidik


UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
TA 2016/2017


RESUME KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN 1
ADAPTASI PSIKOLOGI
A.    Pengertian Adaptasi
      Suatu proses adaptif terjadi ketika stimulus dari lingkungan internal dan eksternal menyebabkan penyimpangan keseimbangan organisme. Dengan demikian adaptasi adalah suatu upaya untuk mempertahankan fungsi yang optimal. Adaptasi melibatkan refleks, mekanisme otomatis untuk perlindungan, mekanisme koping dan idealnya dapat mengarah pada penyesuaian atau penguasaan situasi. Stresor yang menstimulasi adaptasi mungkin berjangka pendek, seperti demam atau berjangka panjang seperti paralysis dari anggota gerak tubuh. Agar dapat berfungsi optimal, seseorang harus mampu berespons terhadap stressor dan beradaptasi terhadap tuntutan atau perubahan yang dibutuhkan. Adaptasi membutuhkan respons aktif dari seluruh individu. (Selye, 1976, ; Monsen, Floyd dan Brookman, 1992).
     
B.     Adaptasi Psikologis
Psikologi adalah semua bentuk tingkah laku yang merupakan kegiatan individu, baik yang bersifat motoris (berjalan, berbicara, dan sebagainya), maupun yang bersifat kogfnitif (berfikir, pengenalan, mengjayanl, dan sebagainya), dan yang bersifat emosional (tertawa, menangis, merasa bahagia, sedih, benci cemas dan sebagainya) atau semua kegiatan psikis manusia baik aktif (lahir) maupun yang pasif (tidak kalihatan). Meskipun pasif juga merupakan kegiatan psikis manusia yang hidup (orang mani tidak berkegiatan). (Alisuf Sabri,1993)
Merupakan proses penyesuaian secara psikologis, dengan cara memberikan mekanisme pertahanan diri yang bertujuan melindungi atau bertahan dari serangan-serangan atau hal-hal yang tidak menyenangkan.
Pada proses adaptasi secara psikologis terdapat dua cara untuk mempertahankan diri dari berbagai stressor, yaitu dengan cara melakukan koping atau penanganan berorientasi pada tugas (task oriented) yang dikenal dengan problem solving strategi dan ego oriented atau mekanisme pertahan diri.
       a.            Task oriented reaction (reaksi berorientasi pada tugas)
Merupakan koping yang digunakan dalam mengatasi masalah dengan berorientasi pada proses penyelesaian masalah, reaksi ini dapat dilakukan, seperti berbicara dengan orang lain tentang masalah yang dihadapi untuk dicari jalan keluarnya, mencari tahu lebih banyak tentang keadaan yang dihadapi melalui buku bacaan ataupun orang ahli, atau juga dapat berhubungan dengan kekuatan supra netral, melakukan latihan-latihan yang dapat mengurangi stress serta membuat alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan strategi prioritas masalah.
      b.            Ego oriented reaction (reaksi berorientasi pada ego)
Reaksi ini dikenal denghan mekanisme pertahan diri secara psikologis dengan tujuan agar tidak terjadi gangguan psikologis yang lebih dalam. Adapun mekanisme pertahan diri antara lain:
1)      Rasionalisasi
Rasionalisasi merupakan suatu usaha untuk menghindar dari masalah psikologis dengan selalu memberikan alasan secara rasional, sehingga masalah yang dihadapinya dapat teratasi.
2)      Displacement
Displacement merupakan upaya untuk mengatasi masalah psikologis dengan melakukan pemindahan tingkah laku kepada orang lain, apabila seseorang terganggu akibat situasi yang ramai maka temannya disalahkan.
3)      Kompensasi
Kompensasi merupakan upaya untuk mengatasi masalah dengan cara mencari kepuasan pada keadaan seperti seseorang memiliki masalah karena menurunnya daya ingat, disisi lain bakat lain ditonjolkan.
4)      Proyeksi
Proyeksi merupakan mekanisme pertahanan diri dengan menempatkan sifat batin sendiri kedalam sifat batin orang lain, seperti dirinya membenci pada orang lain kemudian  mengatakan pada orang bahwa orang lain yang membencinya
5)      Represi
Represi adalah upaya untuk mengatasi masalah dengan cara menghilangkan pikiran masa lalu yang buruk dengan melupakannya atau menahan kepada alam tidak sadar dan sengaja dilupakan.
6)      Supresi
Supresi adalah upaya untuk mengatasi masalah dengan menekan masalah yang tidak diterima dengan sadar dan individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan.
7)      Denial
Denial merupakan upaya pertahan diri dengan cara penolakan terhadap masalah yang dihadapi atau tidak mau menerima kekayaan yang dihadapinya.
C.     Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas
Setelah melahirkan, ibu mengalami perubahan fisik dan fisiologis yang juga mengakibatkan adanya beberapa perubahan dari psikisnya.Tidak heran bila ibu mengalami sedikit perubahan perilaku dan sesekali merasa kerepotan.Masa ini adalah masa rentan dan terbuka untuk bimbingan dan pembelajaran.


Reva Rubin membagi peiode ini menjadi 3 bagian, yaitu :
1.      Periode taking in
                   a.            Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Ibu biasanya masih pasif dan hanya memperhatikan tubuhnya.
                  b.            Ibu mungkin akan mengulang-ulang menceritakan pengalamannya waktu melahirkan
                   c.            Tidur tanpa gangguan sangat penting untuk mengurangi gangguan kesehatan akibat kurang istirahat.
                  d.            Peningkatan nutrisi juga sangat dibutuhkan ibu untuk pemulihan dan persiapan proses laktasi.
                   e.            Dalam memberikan asuhan, bidan harus menjadi pendengar yang baik bagi ibu untuk memfasilitasi kebutuhan psikologis ibu.
2.      Periode taking hold
                   a.            Preiode ini berlangsung pada hari ke 2-4 post partum
                  b.            Ibu berubah menjadi perhatian dan bertangguang jawab terhadap bayinya.
                   c.            Ibu berkonsentrasi pada pengontrolan fungsi tubuhnya, BAB, BAK, serta kesehatan dan ketahanan tubuhnya.
                  d.            Ibu akan berusaha keras untuk menguasai keterampilan perawatan bayi.
                   e.            Ibu biasanya agak sensitive dan merasa tidak mahir dalam melakukan hal-hal tersebut.
                   f.            Bidan harus tanggap trhadap kemungkinan terhadap perubahan yanjg terjadi.
                  g.            Tahap ini merupakan tahapan yang baik bagi bidan untuk memberikan asuhan.
3.      Periode letting go
                   a.            periode ini biasanya terjadi setelah ibu pulang ke rumah. Periode ini pun sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatihan  yang diberikan oleh keluarga
                  b.            ibu akan mengambil alih tanggung jawab pada perawatan bayi.
                   c.            Depresi post partum umumnya terjadi pada periode ini.
Factor-faktor yang mempengaruhi  suksesnya masa transisi ke masa menjadi orang tua pada saat post partum, antara lain :
·         Respon dan dukungan keluarga dan teman
Ibu yang baru melahirkan teruma baru pertama kali melahirkan akan sangat membutuhkan dukungan atau respon yang positif dari keluarga dan teman .karena akan mempercepat proses adaptasi terhadap peran baru sebagai ibu.
·         Hubungan dari pengalaman melahirkan terhadap harapan dan aspirsasi
Melahirkan adalah suatu hal yang sangat mewarnai perasaan ibu. Ia dapat merasakan  bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Sehingga akan memperdekat hubungan ibu dengan ibunya.
·         Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu
Walaupun bukan lagi pengalaman pertamanya lagi, namun kebutuhan untuk mendapatkan  dukungan positif dari lingkungannya.
·         Pengaruh budaya
Adanya adat istiadat yang dianut oleh lingkungan dan keluarga sedikit banyak akan mempengaruhi keberhasilan  ibu dalam melewati saat transisi ini.

POST PARTUM BLUES
Fenomena pasca partum awal atau baby blues merupakan sekuel umum kelahiran bayi yang biasanya terjadi pada 70 % wanita. Hal ini disebabkan karena lingkungan tempat melahirkan yang kurang mendukung, perubahan hormone yang cepat, dan keraguan terhadap peran yang baru.
Post partum blues biasanya dimulai pada beberapa hari setelah kelahiran dan berakhir setelah 10-14 hari. Karakteristiknya merupakan menangis, merasa letih karena melahirkan, gelisah, perubahan alam perasaan, menarik diri,  serta reaksi negative terhadap bayi dan keluarga. Kunci umtuk mendukung  wanita dalam melalui periode ini yaitu dengan memberikan perhatian dan dukungan yang baik baginya, serta meyakinkan bahwa ia adalah orang yang sangat berarti bagi keluarga dan suaminya. Dan juga memberikan kesempatan beristirahat yang cukup.




DAFTAR PUSTAKA
Uliyah M, dkk. 2012. Keterampilan Dasar Kebidanan 1. Surabaya. Health Books Publishing.
Potter Perry. 1997. Fudamental Keperawatan. Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Andi : Yogyakarta.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea