Rabu, 15 Februari 2017

Sistem Kardiovaskuler

Diposting oleh Unknown di 08.28
MAKALAH ANATOMI & FISIOLOGI
SISTEM KARDIOVASKULER


DI SUSUN OLEH :
Kelompok 1 :
Nur Fitriani                                                                                        (16140015)
Maria Aprilia Nadia Billa                                                                  (16140005)
Jessika Wahyu P.                                                                               (16140010)
Maya Sari                                                                                           (16140025)
Maria Mincelina Kewa                                                                      (16140050)
Marlince J. Pigi                                                                                  (16140055)
Dwi Ayu Pamungkas                                                                          (16140065)
Gebriani Rizka                                                                                   (16140075)
Elisabeth Claudia De Yanuari Da Cunha                                         (16140080)
Indri Balina                                                                                        (16140115)
Kelas B 13.1
Program Studi D4 Bidan Pendidik

FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017



KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan karunia – Nya penulis dapat menyusun Tugas ini dalam bentuk makalah Anaromi Dan Fisiologi yang berjudul “Sistem Kardiovaskuler”
Dalam penulisan ini, penulis sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mohon pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk membantu penulis dalam menyelesaikan tugas ini sehingga lebih sempurna di masa yang akan datang.
Semoga tugas ini dapat bermanfaat di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Atas segala perhatiannya penulis ucapkan Terima kasih.

Yogyakarta, 2 Oktober 2016

Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Suatu organisme atau mahluk hidup memiliki bermacam-macam sistem ajringan atau organ dalam ubuhnya, dimana sistem tersebut memiliki fungsi dan peranan serta manfaat tertentu bagi mahluk hidup. Salah satu sistem yang ada pada suatu organisme adalah sistem kardiovaskuler.
Hanya dalam beberapa hari setelah konsepsi sampai kematian jantung terus-menerus berdetak. Jantung berkembang sedemekian dini dan sangat penting seumur hidup. Hal ini karena sistem sirkulasi adalah sistem transportasi tubuh. Fungsi ini akan berfungsi sebagai sistem vital untuk mengangkut bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari sistem kardiovaskuler?
2.      Apa saja komponen sistem kardiovaskuler?
3.      Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler?
C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu sistem kardiovaskuler
2.      Untuk mengetahui komponen-komponen sistem kardiovaskuler
3.      Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler




BAB II
PEMBAHASAN
       I.            Pengertian Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler atau yang biasa disebut sistem sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan eksternal dan lingkungan cairan internal tubuh. Sistem ini membawa nutrisi dan gas ke semua sel, jaringan, organ dan sistem organ serta membawa produk akhir metabolisme keluar dari tubuh.
    II.            Komponen
Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung, pembuluh darah dan darah.
A.    Jantung
Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru dibagian tengah rongga toraks, dua pertiga jantung terletak disebelah kiri garis midsternal. Jantung dilindungi mediastinum. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.
1.      Pelapis jantung
Jantung terdiri atas 3 lapisan jaringan yaitu;
a         Perikardium
Memiliki dua sakus (kantong pembungkus). Sakus terluar terdiri atas jaringan fibrosa, sedangkan sakus terdalam terdiri atas lapisan membran serosa ganda. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang terdiri dari 2 lembar :
·         Lamina pariestalis,  disebelah luar
·         Lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung
b        Miokardium
Terdiri atas otot jantung. Gerakan otot jantung involunter. Setiap serat sel memiliki satu inti sel dan satu atau lebih cabang. Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya.
c         Endokardium
Melapisi bilik katup jantung. Lapisan ini merupakan membran yang tampak mengkilap, halus dan tipis yang memungkinkan aliran darah yang lancar ke dalam jantung. Lapisan ini terdiri atas sel epitelium gepeng dan berlanjut ke pembuluh darah.
2.      Ruang Jantung
Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium dan 2 berdinding tebal disebut ventrikel
Atrium
a         Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan melalui katup dan selanjutnya ke paru-paru
b        Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru-paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudia darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katup dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium
Ventrikel
Merupakan alur-alur otot yang disebut trabekula. Alur yang menonjol disebut muskulus papilaris, ujungnya dihubungkan dengan tepi katup daun antrioventrikuler oleh serah yang disebut korda tendinae
a         Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis
b        Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel
3.      Katup Jantung
                              a.            Katup atriovaskuler
Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup (trikuspid). Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai 2 buah daun katup (mitral). Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase diastolik dan mencegah aliran balik pada fase sistolik
                              b.            Katup semilunar
·         Katup pulmolal terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan
·         Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang simetris. Adanya katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama sistole dan mecegah aliran balik pada waktu diastole
Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah
4.      Aliran darah ke jantung
                         a.            Sirkuit pulmonar
Dua vena besar tubuh, vena kava superior dan inferior memompa darah ke atrium kanan. Darah melalui katup trikuspid masuk ke ventrikel kanan, dan dari ventrikel kanan dipompa masuk ke arteri pulmonalis atau trunkus (satu-satunya arteri yang membawa darah miskin oksigen). Lubang arteri pulmonalis dijaga oleh katup pulmonal yang dibentuk oleh katup trikuspid semilunar. Katup ini mencegah aliran balik darah ke ventrikel kanan saat otot ventrikel relaksasi. Setelah meninggalkan jantung arteri pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang membawa darah vena ke dalam paru-paru dimana pertukaran gas terjadi. Pertukaran gas terjadi antara darah di kapiler paru dan udara di alveoli paru. Pada setiap paru, kapiler mengandung darah yang kaya oksigen bersatu pada akhirnya membentuk dua vena pulmonalis
                         b.            Sirkuit sistemik
Dua vena pulmonalis dari tiap paru-paru yang kaya oksigen kembali ke atrium kiri. Kemudian darah mengalir melalui katup bikuspid masuk ke  ventrikel kiri dan dari sini darah dipompa ke aorta, arteri pertama dan sirkulasi umum. Pintu aorta dijaga oleh katup aortik, yang dibentuk oleh katup trikuspid semilunar.
Sirkulasi Janin
Saat hamil, janin berkembang melakukan modifikasi suplai darah sendiri untuk memberikan oksigen dan nutrien kepada ajringan tubub serta untuk menyingkirkan materi sisa dan karbondioksida. Peristiwa ini disebut sirkulasi janin. Beberapa modifikasi unik dalam sirkulasi janin terjadi karena paru, sistem penceranaan dan ginjal belum berfungsi sempurna saat prenatal.
  a.            Bayi memiliki dua arteri umbilikal yang membentang dari arteri iliaka internal, membawa darah janin yang miskin oksigen
 b.            Plasenta merupakan unsur sementara yang melakat pada dinding uterus, menghubungkan antara ibu dan janin, serta memungkinkan pertukaran zat diantara keduanya. Selain fungsi pertukaran zat (nutrien, oksigen dan karbondioksida) antara sistem sirkulasi melalui difusi juga melindungi janin dengan memberikan imunitas pasif sementara dari antibodi ibu yang berlangsung beberapa bulan sebelum lahir dan mempertahankan kehamilan melalui hormon kehamilan (HGC, estrogen dan progesteron) yang disekresikan.
  c.            Vena umbilikal membawa darah yang kaya oksigen kembali ke janin
 d.            Duktus venosus adalah lanjutan vena umbilikal yang mengembalikan darah langsung ke vena kafa inferior dan oleh karena itu sebagian besar darah memintas hati yang belum berfungsi
  e.             Foramen ovale berbentuk menyerupai katup yang memungkinkan darah mengalir diantara atrium kiri dan kanan sehingga sebagian darah memintas paru yang belum berfungsi
  f.            Duktus arteriosus, pembuluh darah kecil yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta torasik desendens, mengalirkan lebuh banyak darah ke sistem sirkulasi
 g.            Korda umbilikal (tali pusat) membentang dari plasenta hingga janin. Panjangnya sekitar 50 cm dan terdiri atas 2 arteri umbilikal dan 1 vena umbilikal, dan terhubung dengan janin melalui umbilikulus.
Perubahan saat kelahiran. Saat bayi pertama kali bernapas, paru-paru mengembang pertama kali , meningkatkan aliran darah. Darah kembali dari paru meningkatkan tekanan di atrium kiri, menutup pintu foramen ovale dan mencegah darah mengalir diantara atrium. Darah masuk ke atrium kanan kemudian dialirkan ke ventrikel kanan dan masuk ke sirkulasi paru melalui vena pulmonalis. Saat sirkulasi pulmonal berlangsung kadar oksigen meningkat, menyebabkan konstriksi dan menutupnya duktus arterious. Jika adaptasi ini tidak terjadi setelah lahir, hal ini menjadi bukti adanya kelainan kongenital. Saat sirkulasi plasenta berhenti segera setelah lahir, vena umbilikal, duktus venosus dan arteri umbilikal terlepas karena tidak lagi dibutuhkan.
5.      Fisiologi sistem kardiovaskuler
Dalam keadaan normal darah mengalir dari vena ke atrium dan 70% nya langsung mengalir ke ventrikel. Selanjutnya kontraksi atrium akan menambahkan 30% nya. Dalam keadaan normal jantung mampu memompa darah sampai 400% darah yang dibutuhkan tubuh.
Siklus jantung terdiri atas periode relaksasi yang dinamakan diastolik, diikuti oleh periode kontraksi dinamakan sistolik. Selama sistolik ventrikel, tekanan di ventrikel tinggi, katup A-V tertutup, darah mendorong katup semillunaris pulmonal dan aorta. Setelah sistolik berakhir tekanan ventrikel turun, tekanan atrium tinggi mendorng katup A-V terbuka dan darah mengalir ke ventrikel.
6.      Sumber impuls jantung
                   a.            Serabut purkinje. Serabut ini adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar impuls denga kecepatan 5 kali lipat kecepatan hantaran serabut otot jantung. Hantaran yang cepat disepanjang sistem purjinje memungkinkan atrium berkontraksi bersamaan, kemudian diikuti dengan kontraksi ventrikular yang serempak sehingga terbentuk kerja pemompaan darah yang terkoordinasi.
                  b.            Nodus sinoatrial (nodus S-A), adalah suatu massa jaringan otot jantung khusus yang terletak didinding posterior atrium kanan tepat dibawah pembukaan vena kava superior. Nodus S-A melepaskan impuls sebanyak 72 kali/menit, nodus ini dipengaruhi saraf simpatis dan parasimpatis sistem saraf otonom yang akan mempercepat atau memperlambat iramanya.
Nodus S-A mengatur kontraksi irama sehingga disebut pacemaker/pemacu jantung.
                   c.            Nodus atrioventrikular (Nodus A-V), terletak dibawah dinding posterior atrium kanan. Nosus A-V menunda impuls seperatusan detik sampai ejeksi darah atrium selesai sebelum terjadi kontraksi ventrikular.
                  d.            Berkas A-V (berkas His), adalah sekelompok besar serabut purkinje yang berasal dari nodus A-V dan membawa impuls di sepanjang seeptum interventrikular menuju ventrikel, berkas ini dibagi menjadi percabangan berkas kanan dan kiri.
Percabangan berkas kanan memanjang disisi dalam ventrikel kanan. Serabut bercabang menjadi serabut-serabut purkinje kecil yang menyatu dalam serabut otot jantung untuk memperpanjang impuls. Percabangan berkas kiri memanjang disisi ventrikel kiri dan bercabang ke dalam serabut otot jantung kiri.
B.     Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah serangkaian tuba tertutup yang bercabang dan membawa darah dari jantung ke jaringan kemudian kembali ke jantung. Ada 3 jenis pembuluh darah utama yaitu arteri, vena dan kapiler
a         Arteri
Arteri mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh kecuali arteri pulmonalis. Arteri mempunyai dinding yang kuat dan elastis yang tersusun dari 3 lapisan :
·         Tunika intima/interna. Lapisan yang tipis, halus dan pipih yang dilapisi jaringan epitelium skuamosa.
·         Tunika medika. Lapisan yang terdiri atas otot polos dan sebagian jaringan fibrosa. Dalam arteri yang berukuran lebih besar, jumlah serat elastis ini lebih banyak dan sebaliknya lebih sedikit pada arteri yang lebih kecil
·         Tunika eksterna/adventisia. Lapisan ini terdiri atas jaringan fibrosa yang melindungi pembuluh darah
b        Vena
Vena adalah pembuluh adarah yang mengalirkan darah kaya CO2 dari tubuh ke jantung. Dinding vena lebih tipis daripada dinding arteri, tetapi memiliki 3 lapisam jaringan yang sama. Dinding vena lebih tipis karena terdapat sedikit otot dan jaringan elastik sedikit di tunika media karena vena membawa darah dengan tekanan yang lebih rendah daripada arteri. Saat vena terpotong vena kolaps sementara arteri yang memiliki dinding yang lebih tebal tetap terbuka.
Sebagian vena memiliki katup yang mencegah aliran balik darah dan memastikan darah mengalir ke jantung. Pintu (kuspid) katup berbentuk semilunar dengan cekungan menonjol ke jantung. Katup banyak terdapat dalam vena ekstremitas, khususnya ekstremitas bawah dimana darah harus berjalan jauh melawan gravitasi saat individu berdiri. Vena paling kecil disebut venul.
c         Kapiler
Arteriol (arteri berukuran paling kecil) terkecil bercabang menjadi sejumlah pembuluh panjang yang disebut kapiler. Dinding kapiler terdiri atas lapisan tunggal sel endotelium yang memiliki membran dasar tipis yang dapat dilalui air dan substansi molekul kecil lainnya. Molekul besar seperti protein plasma tidak dapat melalui dinding kapiler. Kapiler membentuk jaringan pembuluh darah tipis yang besar, dimana menghubungkan arteriol terkecil dengan venul terkecil. Kapiler terdiri atas 1 lapisan jaringan epitelium skuamosa. Kapiler berfungsi dalam pertukaran oksigen dan nutrien dengan materi sisa secara osmosis.
C.     Darah
Darah adalah sejenis jaringat ikat yang sel-selnya (elemen pembentuk) tertahan dan dibawa dalam matriks cairan (plasma). Darah lebih berat dan lebih kental dibandingkan air, cairan ini memiliki rasa dan bau yang khas, serta memiliki pH 7,4 (7,35-7,45). Warna darah bervariasi dari merah terang sampai merah tua kebiruan, tergantung pada kadar oksigen yang dibawa sel darah merah.
Volume darah total sekitar 5 liter pada laki-laki dewasa berukuran rata-rata dan kurang sedikit pada perempuan dewasa. Volume ini bervariasi sesuai ukuran tubuh dan berbanding terbalik dengan jumalah jaringan adiposa dalam tubuh. Volume ini juga bervariasi sesuai perubahan cairan darah dan konsentrasi elektrolitnya.
Komponen darah terdiri atas :
       a.            Plasma Darah
Plasma darah adalah cairan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan sitoplasma. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik.
      b.            Eritrosit atau Sel darah merah
Sel darah merah merupakan kepingan bikonkaf yang tidak memiliki inti sel dan berdiameter sekitar 7 µm. Bentuknya yang bikonkaf sesuai dengan fungsinya yaitu meningkatkan area permukaan untuk pertukaran gas dan bagian tengahnya tipis memungkinkan keluar-masuknya gas secara cepat.
Fungsi utama eritrosit adalah mengangkut, terutama oksigen dan juga sebagian karbondioksida. Fungsi ini terkait dengan hemoglobin yang ada didalam eritrosit. Hemoglobin adalah protein kompleks yang mengandung zat besi berpigmen yang disebut home. Setiap eritrosit mengandung 300 juta molekul hemoglobin. Sel darah merah berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan bufer asam-basa.
Eritrosit dihasilkan di sumsum merah tulang yang berada diujung tulang panjang, pipih dan iregular. Masa hidup eritrosit adalah sekitar 120 hari.
       c.            Leukosit atau Sel darah putih
Sel ini memiliki fungsi penting dalam pertahanan tubuh terhadap mikroba dan materi asing lainnya. Leukosit adalah sel darah yang paling besar dan menyusun sekitar 1% volume darah. Leukosit mengandung inti sel dan sebagian leukosit memiliki granula dalam sitoplasmanya. Ada 2 jenis leukosit yaitu granulosit/leukosit polimorfonuklear (neutrofil, eosofil, dan basofil) dan agranulosit (limfosit dan monosit)
Granulosit
·         Neutrofil, berfungsi terutama melindungi tubuh terhadap materi asing khususnya mikroba serta menyingkirkan materi sisa misal sel mati. Neutrofil ditarik masuk ke area infeksi oleh suatu zat kimia yang dilepaskaan oleh sel yang rusak yang disebut kemotaksin. Neutrofil memiliki mobilitas yang tinggi dan menerobos dinding kapiler pada area yang terkena infeksi melalui diapedesis. Selanjutnya neutrofil menelan dan membunuh mikroba melalui fagositosit.
·         Eosinofil, peran utamanya adalah menyingkirkan parasit seperti cacing yang terlalu besar untuk difagosit. Eosinofil memiliki zat kimia toksik yang disimpan dalam granula yang dilepaskan saat eosinofil mengikat organisme penginfeksi. Eosinofil sering ditemukan pada sisi inflamasi akibat alergi.
·         Basofil, menyeruapai fungsi sel mast. Sel ini mengandung histamin, mungkin untuk meningkatkan aliran darah ke jaringan yang cedera dan juga antikoagulan heparin, mungkin untuk membantu mencegah mengumpalan darah. Fungsi sebenarnya belum diketahui.
Agranulosit
·         Monosit merupakan sel mononuklear berukuran besar yang dihasilkan oleh sumsum merah tulang. Sebagian sel ini bersirkulasi dalam darah dan secara aktif bergerak dan melakukan fagositosit, sementara sebagian sel lainnya berpindah ke jaringan dimana sel ini berkembang menjadi makrofag. ,akrofak memiliki fungsi inflamasi dan imunitas.
·         Limfosit berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen (materi asing), seperti sel yang dianggap abnormal. Limfosit terdiri atas limfosit T dan limfosit B.
      d.            Trombosit
Merupakaan kepingan berukuran sangat kecil, berdimeter 2-4 µm dan tidak berinti, dihasilkan oleh sitoplasma megakariosit pada sumsum merah tulang. Trombosit mengandung berbagai zat yang meningkatkan pembekuan darah yang menyebabkan hemostasis (penghentian darah).
Golongan Darah
Golongan darah terdiri atas 4 golongan yaitu A, B, AB dan O. Pada orang yang memiliki golongan darah O, orang tersebut tidak memiliki baik antigen A ataupun antigen B didalam membran sel darah merahnya dan darah mereka dapat ditransfusikan ke semua golongan darah, sehingga disebut donor universal. Sebaliknya golongan darah AB tidak memiliki baik antibodi anti-A maupun B sehingga dapat menerima transfusi dari semua golongan darah sehingga disebut resipien universal.
Faktor Rhesus
Selain pemeriksaan golongan darah ABO, faktor Rhesus juga harus diperhatikan saat transfusi darah. Golongan darah Rhesus terdiri atas Rhesus D positif dan negatif.
            Jika faktor Rhesus darah resipien adalah negatif, dan menerima transfusi dari golongan darah yang positif untuk pertama kali, tidak menimbulkan bahaya. Akan tetapi, jika selanjutnya resipien menerima transfusi faktor Rhesus positif untuk kedua kalinya akan terjadi reaksi dalam peredaran darah yang membahayakan.
Wanita yang mempunyai faktor Rhesus negatif dapat mengandung dan melahirkan anak yang memiliki Rhesus positif untuk pertama kali dengan selamat, tetapi besar kemungkinan kehamilan seterusnya menyebabkan janin eritroblastosis fetalis.    



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sistem kardiovaskuler atau yang biasa disebut sistem sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan eksternal dan lingkungan cairan internal tubuh. Sistem ini membawa nutrisi dan gas ke semua sel, jaringan, organ dan sistem organ serta membawa produk akhir metabolisme keluar dari tubuh. Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung, pembuluh darah dan darah.
Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru dibagian tengah rongga toraks. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.
Pembuluh darah adalah serangkaian tuba tertutup yang bercabang dan membawa darah dari jantung ke jaringan kemudian kembali ke jantung. Ada 3 jenis pembuluh darah utama yaitu arteri, vena dan kapiler
Darah adalah sejenis jaringat ikat yang sel-selnya (elemen pembentuk) tertahan dan dibawa dalam matriks cairan (plasma). Darah lebih berat dan lebih kental dibandingkan air, cairan ini memiliki rasa dan bau yang khas, serta memiliki pH 7,4 (7,35-7,45). Warna darah bervariasi dari merah terang sampai merah tua kebiruan, tergantung pada kadar oksigen yang dibawa sel darah merah.







DAFTAR PUSTAKA
Sloane Ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Budiyono Setiadi. 2011. Anatomi Tubuh Manusia. Bekasi. Laskar Aksara.
Waugh Anne, dkk. 2011. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi. Jakarta. Penerbit Salemba Medika.
Luklukanigsih Zuyina. 2013. Anatomi, Fisiologi dan Fisioterapi. Yogyakarta. Nuha Medika.



0 komentar:

Posting Komentar

 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea