MAKALAH
ANATOMI & FISIOLOGI
SISTEM
KARDIOVASKULER
DI
SUSUN OLEH :
Kelompok 1 :
Nur Fitriani (16140015)
Maria Aprilia Nadia Billa (16140005)
Jessika Wahyu P. (16140010)
Maya Sari (16140025)
Maria Mincelina Kewa (16140050)
Marlince J. Pigi (16140055)
Dwi Ayu Pamungkas (16140065)
Gebriani Rizka (16140075)
Elisabeth Claudia De Yanuari Da
Cunha (16140080)
Indri Balina (16140115)
Kelas B 13.1
Program Studi D4 Bidan Pendidik
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
RESPATI YOGYAKARTA
TAHUN
AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR
Syukur
alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan karunia –
Nya penulis dapat menyusun Tugas ini dalam bentuk makalah Anaromi Dan Fisiologi
yang berjudul “Sistem Kardiovaskuler”
Dalam
penulisan ini, penulis sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Oleh
sebab itu, penulis mohon pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang
bersifat membangun untuk membantu penulis dalam menyelesaikan tugas ini sehingga
lebih sempurna di masa yang akan datang.
Semoga tugas
ini dapat bermanfaat di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Atas segala
perhatiannya penulis ucapkan Terima kasih.
Yogyakarta, 2 Oktober 2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suatu organisme atau mahluk hidup memiliki
bermacam-macam sistem ajringan atau organ dalam ubuhnya, dimana sistem tersebut
memiliki fungsi dan peranan serta manfaat tertentu bagi mahluk hidup. Salah
satu sistem yang ada pada suatu organisme adalah sistem kardiovaskuler.
Hanya dalam beberapa hari setelah konsepsi sampai
kematian jantung terus-menerus berdetak. Jantung berkembang sedemekian dini dan
sangat penting seumur hidup. Hal ini karena sistem sirkulasi adalah sistem
transportasi tubuh. Fungsi ini akan berfungsi sebagai sistem vital untuk
mengangkut bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian
dari sistem kardiovaskuler?
2.
Apa saja
komponen sistem kardiovaskuler?
3.
Bagaimana
anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui
apa itu sistem kardiovaskuler
2.
Untuk mengetahui
komponen-komponen sistem kardiovaskuler
3.
Untuk mengetahui
anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler
BAB II
PEMBAHASAN
I.
Pengertian
Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler atau yang biasa disebut sistem
sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan eksternal dan lingkungan cairan
internal tubuh. Sistem ini membawa nutrisi dan gas ke semua sel, jaringan,
organ dan sistem organ serta membawa produk akhir metabolisme keluar dari
tubuh.
II.
Komponen
Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung, pembuluh
darah dan darah.
A.
Jantung
Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat
ruang yang terletak antara kedua paru-paru dibagian tengah rongga toraks, dua
pertiga jantung terletak disebelah kiri garis midsternal. Jantung dilindungi
mediastinum. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.
1.
Pelapis jantung
Jantung terdiri atas 3 lapisan jaringan yaitu;
a
Perikardium
Memiliki dua sakus (kantong pembungkus). Sakus
terluar terdiri atas jaringan fibrosa, sedangkan sakus terdalam terdiri atas
lapisan membran serosa ganda. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang
terdiri dari 2 lembar :
·
Lamina pariestalis, disebelah
luar
·
Lamina viseralis
yang menempel pada dinding jantung
b
Miokardium
Terdiri atas otot jantung. Gerakan otot jantung
involunter. Setiap serat sel memiliki satu inti sel dan satu atau lebih cabang.
Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya.
c
Endokardium
Melapisi bilik katup jantung. Lapisan ini merupakan
membran yang tampak mengkilap, halus dan tipis yang memungkinkan aliran darah
yang lancar ke dalam jantung. Lapisan ini terdiri atas sel epitelium gepeng dan
berlanjut ke pembuluh darah.
2.
Ruang Jantung
Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu 2 berdinding
tipis disebut atrium dan 2 berdinding tebal disebut ventrikel
Atrium
a
Atrium kanan
berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh. Kemudian
darah dipompakan ke ventrikel kanan melalui katup dan selanjutnya ke paru-paru
b
Atrium kiri
menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru-paru melalui 4 buah vena
pulmonalis. Kemudia darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katup dan
selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua atrium
dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium
Ventrikel
Merupakan alur-alur otot yang disebut trabekula.
Alur yang menonjol disebut muskulus
papilaris, ujungnya dihubungkan dengan tepi katup daun antrioventrikuler
oleh serah yang disebut korda tendinae
a
Ventrikel kanan
menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri
pulmonalis
b
Ventrikel kiri
menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta
Kedua
ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel
3.
Katup Jantung
a.
Katup
atriovaskuler
Terletak
antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan
ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup (trikuspid). Sedangkan katup yang
terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai 2 buah daun katup
(mitral). Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase
diastolik dan mencegah aliran balik pada fase sistolik
b.
Katup semilunar
·
Katup pulmolal
terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari ventrikel
kanan
·
Katup aorta
terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup ini mempunyai bentuk yang
sama terdiri dari 3 buah daun katup yang simetris. Adanya katup ini
memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama
sistole dan mecegah aliran balik pada waktu diastole
Pembukaan katup terjadi pada waktu
masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi
dari tekanan didalam pembuluh darah
4.
Aliran darah ke
jantung
a.
Sirkuit pulmonar
Dua
vena besar tubuh, vena kava superior dan inferior memompa darah ke atrium
kanan. Darah melalui katup trikuspid masuk ke ventrikel kanan, dan dari
ventrikel kanan dipompa masuk ke arteri pulmonalis atau trunkus (satu-satunya
arteri yang membawa darah miskin oksigen). Lubang arteri pulmonalis dijaga oleh
katup pulmonal yang dibentuk oleh katup trikuspid semilunar. Katup ini mencegah
aliran balik darah ke ventrikel kanan saat otot ventrikel relaksasi. Setelah
meninggalkan jantung arteri pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis
kanan dan kiri yang membawa darah vena ke dalam paru-paru dimana pertukaran gas
terjadi. Pertukaran gas terjadi antara darah di kapiler paru dan udara di
alveoli paru. Pada setiap paru, kapiler mengandung darah yang kaya oksigen bersatu
pada akhirnya membentuk dua vena pulmonalis
b.
Sirkuit sistemik
Dua vena
pulmonalis dari tiap paru-paru yang kaya oksigen kembali ke atrium kiri.
Kemudian darah mengalir melalui katup bikuspid masuk ke ventrikel kiri dan dari sini darah dipompa ke
aorta, arteri pertama dan sirkulasi umum. Pintu aorta dijaga oleh katup aortik,
yang dibentuk oleh katup trikuspid semilunar.
Sirkulasi Janin
Saat hamil, janin berkembang melakukan modifikasi
suplai darah sendiri untuk memberikan oksigen dan nutrien kepada ajringan tubub
serta untuk menyingkirkan materi sisa dan karbondioksida. Peristiwa ini disebut
sirkulasi janin. Beberapa modifikasi unik dalam sirkulasi janin terjadi karena
paru, sistem penceranaan dan ginjal belum berfungsi sempurna saat prenatal.
a.
Bayi memiliki
dua arteri umbilikal yang membentang dari arteri iliaka internal, membawa darah
janin yang miskin oksigen
b.
Plasenta
merupakan unsur sementara yang melakat pada dinding uterus, menghubungkan
antara ibu dan janin, serta memungkinkan pertukaran zat diantara keduanya.
Selain fungsi pertukaran zat (nutrien, oksigen dan karbondioksida) antara
sistem sirkulasi melalui difusi juga melindungi janin dengan memberikan
imunitas pasif sementara dari antibodi ibu yang berlangsung beberapa bulan
sebelum lahir dan mempertahankan kehamilan melalui hormon kehamilan (HGC,
estrogen dan progesteron) yang disekresikan.
c.
Vena umbilikal
membawa darah yang kaya oksigen kembali ke janin
d.
Duktus venosus
adalah lanjutan vena umbilikal yang mengembalikan darah langsung ke vena kafa
inferior dan oleh karena itu sebagian besar darah memintas hati yang belum
berfungsi
e.
Foramen ovale berbentuk menyerupai katup yang
memungkinkan darah mengalir diantara atrium kiri dan kanan sehingga sebagian
darah memintas paru yang belum berfungsi
f.
Duktus
arteriosus, pembuluh darah kecil yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan
aorta torasik desendens, mengalirkan lebuh banyak darah ke sistem sirkulasi
g.
Korda umbilikal
(tali pusat) membentang dari plasenta hingga janin. Panjangnya sekitar 50 cm
dan terdiri atas 2 arteri umbilikal dan 1 vena umbilikal, dan terhubung dengan
janin melalui umbilikulus.
Perubahan saat kelahiran. Saat bayi pertama kali
bernapas, paru-paru mengembang pertama kali , meningkatkan aliran darah. Darah
kembali dari paru meningkatkan tekanan di atrium kiri, menutup pintu foramen
ovale dan mencegah darah mengalir diantara atrium. Darah masuk ke atrium kanan
kemudian dialirkan ke ventrikel kanan dan masuk ke sirkulasi paru melalui vena
pulmonalis. Saat sirkulasi pulmonal berlangsung kadar oksigen meningkat,
menyebabkan konstriksi dan menutupnya duktus arterious. Jika adaptasi ini tidak
terjadi setelah lahir, hal ini menjadi bukti adanya kelainan kongenital. Saat
sirkulasi plasenta berhenti segera setelah lahir, vena umbilikal, duktus
venosus dan arteri umbilikal terlepas karena tidak lagi dibutuhkan.
5.
Fisiologi sistem
kardiovaskuler
Dalam keadaan normal darah mengalir dari vena ke
atrium dan 70% nya langsung mengalir ke ventrikel. Selanjutnya kontraksi atrium
akan menambahkan 30% nya. Dalam keadaan normal jantung mampu memompa darah
sampai 400% darah yang dibutuhkan tubuh.
Siklus jantung terdiri atas periode relaksasi yang
dinamakan diastolik, diikuti oleh periode kontraksi dinamakan sistolik. Selama
sistolik ventrikel, tekanan di ventrikel tinggi, katup A-V tertutup, darah
mendorong katup semillunaris pulmonal dan aorta. Setelah sistolik berakhir tekanan
ventrikel turun, tekanan atrium tinggi mendorng katup A-V terbuka dan darah
mengalir ke ventrikel.
6.
Sumber impuls
jantung
a.
Serabut
purkinje. Serabut ini adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar
impuls denga kecepatan 5 kali lipat kecepatan hantaran serabut otot jantung.
Hantaran yang cepat disepanjang sistem purjinje memungkinkan atrium
berkontraksi bersamaan, kemudian diikuti dengan kontraksi ventrikular yang
serempak sehingga terbentuk kerja pemompaan darah yang terkoordinasi.
b.
Nodus sinoatrial
(nodus S-A), adalah suatu massa jaringan otot jantung khusus yang terletak
didinding posterior atrium kanan tepat dibawah pembukaan vena kava superior.
Nodus S-A melepaskan impuls sebanyak 72 kali/menit, nodus ini dipengaruhi saraf
simpatis dan parasimpatis sistem saraf otonom yang akan mempercepat atau
memperlambat iramanya.
Nodus
S-A mengatur kontraksi irama sehingga disebut pacemaker/pemacu jantung.
c.
Nodus
atrioventrikular (Nodus A-V), terletak dibawah dinding posterior atrium kanan.
Nosus A-V menunda impuls seperatusan detik sampai ejeksi darah atrium selesai
sebelum terjadi kontraksi ventrikular.
d.
Berkas A-V
(berkas His), adalah sekelompok besar serabut purkinje yang berasal dari nodus
A-V dan membawa impuls di sepanjang seeptum interventrikular menuju ventrikel,
berkas ini dibagi menjadi percabangan berkas kanan dan kiri.
Percabangan
berkas kanan memanjang disisi dalam ventrikel kanan. Serabut bercabang menjadi
serabut-serabut purkinje kecil yang menyatu dalam serabut otot jantung untuk
memperpanjang impuls. Percabangan berkas kiri memanjang disisi ventrikel kiri
dan bercabang ke dalam serabut otot jantung kiri.
B.
Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah serangkaian tuba tertutup yang
bercabang dan membawa darah dari jantung ke jaringan kemudian kembali ke
jantung. Ada 3 jenis pembuluh darah utama yaitu arteri, vena dan kapiler
a
Arteri
Arteri mengalirkan darah yang kaya oksigen ke
seluruh tubuh kecuali arteri pulmonalis. Arteri mempunyai dinding yang kuat dan
elastis yang tersusun dari 3 lapisan :
·
Tunika
intima/interna. Lapisan yang tipis, halus dan pipih yang dilapisi jaringan
epitelium skuamosa.
·
Tunika medika.
Lapisan yang terdiri atas otot polos dan sebagian jaringan fibrosa. Dalam
arteri yang berukuran lebih besar, jumlah serat elastis ini lebih banyak dan
sebaliknya lebih sedikit pada arteri yang lebih kecil
·
Tunika
eksterna/adventisia. Lapisan ini terdiri atas jaringan fibrosa yang melindungi
pembuluh darah
b
Vena
Vena adalah pembuluh adarah yang
mengalirkan darah kaya CO2 dari tubuh ke jantung. Dinding vena lebih
tipis daripada dinding arteri, tetapi memiliki 3 lapisam jaringan yang sama.
Dinding vena lebih tipis karena terdapat sedikit otot dan jaringan elastik
sedikit di tunika media karena vena membawa darah dengan tekanan yang lebih
rendah daripada arteri. Saat vena terpotong vena kolaps sementara arteri yang
memiliki dinding yang lebih tebal tetap terbuka.
Sebagian vena memiliki katup yang
mencegah aliran balik darah dan memastikan darah mengalir ke jantung. Pintu
(kuspid) katup berbentuk semilunar dengan cekungan menonjol ke jantung. Katup
banyak terdapat dalam vena ekstremitas, khususnya ekstremitas bawah dimana
darah harus berjalan jauh melawan gravitasi saat individu berdiri. Vena paling
kecil disebut venul.
c
Kapiler
Arteriol (arteri berukuran paling kecil) terkecil
bercabang menjadi sejumlah pembuluh panjang yang disebut kapiler. Dinding
kapiler terdiri atas lapisan tunggal sel endotelium yang memiliki membran dasar
tipis yang dapat dilalui air dan substansi molekul kecil lainnya. Molekul besar
seperti protein plasma tidak dapat melalui dinding kapiler. Kapiler membentuk
jaringan pembuluh darah tipis yang besar, dimana menghubungkan arteriol
terkecil dengan venul terkecil. Kapiler terdiri atas 1 lapisan jaringan
epitelium skuamosa. Kapiler berfungsi dalam pertukaran oksigen dan nutrien
dengan materi sisa secara osmosis.
C.
Darah
Darah adalah sejenis jaringat ikat yang sel-selnya
(elemen pembentuk) tertahan dan dibawa dalam matriks cairan (plasma). Darah
lebih berat dan lebih kental dibandingkan air, cairan ini memiliki rasa dan bau
yang khas, serta memiliki pH 7,4 (7,35-7,45). Warna darah bervariasi dari merah
terang sampai merah tua kebiruan, tergantung pada kadar oksigen yang dibawa sel
darah merah.
Volume darah total sekitar 5 liter pada laki-laki
dewasa berukuran rata-rata dan kurang sedikit pada perempuan dewasa. Volume ini
bervariasi sesuai ukuran tubuh dan berbanding terbalik dengan jumalah jaringan
adiposa dalam tubuh. Volume ini juga bervariasi sesuai perubahan cairan darah
dan konsentrasi elektrolitnya.
Komponen darah terdiri atas :
a.
Plasma Darah
Plasma darah adalah cairan bening
kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan sitoplasma. Plasma terdiri dari 92%
air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik.
b.
Eritrosit atau
Sel darah merah
Sel darah merah merupakan kepingan
bikonkaf yang tidak memiliki inti sel dan berdiameter sekitar 7 µm. Bentuknya
yang bikonkaf sesuai dengan fungsinya yaitu meningkatkan area permukaan untuk
pertukaran gas dan bagian tengahnya tipis memungkinkan keluar-masuknya gas
secara cepat.
Fungsi utama eritrosit adalah
mengangkut, terutama oksigen dan juga sebagian karbondioksida. Fungsi ini
terkait dengan hemoglobin yang ada didalam eritrosit. Hemoglobin adalah protein
kompleks yang mengandung zat besi berpigmen yang disebut home. Setiap eritrosit
mengandung 300 juta molekul hemoglobin. Sel darah merah berperan penting dalam
pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan bufer
asam-basa.
Eritrosit dihasilkan di sumsum merah
tulang yang berada diujung tulang panjang, pipih dan iregular. Masa hidup
eritrosit adalah sekitar 120 hari.
c.
Leukosit atau
Sel darah putih
Sel ini memiliki fungsi penting dalam pertahanan
tubuh terhadap mikroba dan materi asing lainnya. Leukosit adalah sel darah yang
paling besar dan menyusun sekitar 1% volume darah. Leukosit mengandung inti sel
dan sebagian leukosit memiliki granula dalam sitoplasmanya. Ada 2 jenis
leukosit yaitu granulosit/leukosit polimorfonuklear (neutrofil, eosofil, dan
basofil) dan agranulosit (limfosit dan monosit)
Granulosit
·
Neutrofil,
berfungsi terutama melindungi tubuh terhadap materi asing khususnya mikroba
serta menyingkirkan materi sisa misal sel mati. Neutrofil ditarik masuk ke area
infeksi oleh suatu zat kimia yang dilepaskaan oleh sel yang rusak yang disebut
kemotaksin. Neutrofil memiliki mobilitas yang tinggi dan menerobos dinding
kapiler pada area yang terkena infeksi melalui diapedesis. Selanjutnya
neutrofil menelan dan membunuh mikroba melalui fagositosit.
·
Eosinofil, peran
utamanya adalah menyingkirkan parasit seperti cacing yang terlalu besar untuk
difagosit. Eosinofil memiliki zat kimia toksik yang disimpan dalam granula yang
dilepaskan saat eosinofil mengikat organisme penginfeksi. Eosinofil sering
ditemukan pada sisi inflamasi akibat alergi.
·
Basofil,
menyeruapai fungsi sel mast. Sel ini mengandung histamin, mungkin untuk
meningkatkan aliran darah ke jaringan yang cedera dan juga antikoagulan
heparin, mungkin untuk membantu mencegah mengumpalan darah. Fungsi sebenarnya
belum diketahui.
Agranulosit
·
Monosit
merupakan sel mononuklear berukuran besar yang dihasilkan oleh sumsum merah
tulang. Sebagian sel ini bersirkulasi dalam darah dan secara aktif bergerak dan
melakukan fagositosit, sementara sebagian sel lainnya berpindah ke jaringan
dimana sel ini berkembang menjadi makrofag. ,akrofak memiliki fungsi inflamasi
dan imunitas.
·
Limfosit
berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen (materi asing),
seperti sel yang dianggap abnormal. Limfosit terdiri atas limfosit T dan limfosit
B.
d.
Trombosit
Merupakaan kepingan berukuran sangat kecil,
berdimeter 2-4 µm dan tidak berinti, dihasilkan oleh sitoplasma megakariosit
pada sumsum merah tulang. Trombosit mengandung berbagai zat yang meningkatkan
pembekuan darah yang menyebabkan hemostasis (penghentian darah).
Golongan Darah
Golongan darah terdiri atas 4 golongan
yaitu A, B, AB dan O. Pada orang yang memiliki golongan darah O, orang tersebut
tidak memiliki baik antigen A ataupun antigen B didalam membran sel darah
merahnya dan darah mereka dapat ditransfusikan ke semua golongan darah,
sehingga disebut donor universal. Sebaliknya golongan darah AB tidak memiliki
baik antibodi anti-A maupun B sehingga dapat menerima transfusi dari semua
golongan darah sehingga disebut resipien universal.
Faktor Rhesus
Selain pemeriksaan golongan darah ABO, faktor Rhesus
juga harus diperhatikan saat transfusi darah. Golongan darah Rhesus terdiri
atas Rhesus D positif dan negatif.
Jika
faktor Rhesus darah resipien adalah negatif, dan menerima transfusi dari
golongan darah yang positif untuk pertama kali, tidak menimbulkan bahaya. Akan
tetapi, jika selanjutnya resipien menerima transfusi faktor Rhesus positif
untuk kedua kalinya akan terjadi reaksi dalam peredaran darah yang
membahayakan.
Wanita yang mempunyai faktor Rhesus
negatif dapat mengandung dan melahirkan anak yang memiliki Rhesus positif untuk
pertama kali dengan selamat, tetapi besar kemungkinan kehamilan seterusnya
menyebabkan janin eritroblastosis fetalis.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem kardiovaskuler atau yang biasa
disebut sistem sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan eksternal dan
lingkungan cairan internal tubuh. Sistem ini membawa nutrisi dan gas ke semua
sel, jaringan, organ dan sistem organ serta membawa produk akhir metabolisme
keluar dari tubuh. Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung, pembuluh darah
dan darah.
Jantung adalah organ berongga dan
memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru dibagian tengah
rongga toraks. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan
pemiliknya.
Pembuluh darah adalah serangkaian tuba
tertutup yang bercabang dan membawa darah dari jantung ke jaringan kemudian
kembali ke jantung. Ada 3 jenis pembuluh darah utama yaitu arteri, vena dan
kapiler
Darah adalah sejenis jaringat ikat yang
sel-selnya (elemen pembentuk) tertahan dan dibawa dalam matriks cairan
(plasma). Darah lebih berat dan lebih kental dibandingkan air, cairan ini
memiliki rasa dan bau yang khas, serta memiliki pH 7,4 (7,35-7,45). Warna darah
bervariasi dari merah terang sampai merah tua kebiruan, tergantung pada kadar
oksigen yang dibawa sel darah merah.
DAFTAR PUSTAKA
Sloane Ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula.
Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Budiyono
Setiadi. 2011. Anatomi Tubuh Manusia.
Bekasi. Laskar Aksara.
Waugh
Anne, dkk. 2011. Dasar-dasar Anatomi dan
Fisiologi. Jakarta. Penerbit Salemba Medika.
Luklukanigsih
Zuyina. 2013. Anatomi, Fisiologi dan
Fisioterapi. Yogyakarta. Nuha Medika.

0 komentar:
Posting Komentar