Kita hanya percakapan-percakapan dihari lalu. Yang sesekali
teringat, namun tak lagi terasa hangat. Yang sesekali menjalar dikepala, namun
tidak lebih dari hal yang sia-sia. Jangan membisikkan harapan lagi, semua hanyalah
sisa-sisa yang pernah membuat sia-sia hati.
Kita hanyalah langkah-langkah yang pernah saling
iring. Lalu saling hilang. Memilih persimpangan dan tidak lagi satu tujuan. Teruskanlah
jalanmu itu. Biar kuayunkan juga langkah panjang kakiku. Kita tidak perlu
menghitung mundur langkah hari, sebab yang berlalu sudah kuanggap mati.
Tidak perlu lagi segala hal yang mengingatkan, sebab
tak akan juga terhangatkan. Kamu tidak lagi akan pernah menjadi kita seperti
dulu dalam diriku. Sebab, setelah hari kamu memilih persimpangan. Separuh yang
kuperjuangkan hilang tanpa tujuan. Hingga seseorang menemukan aku sendiri,
mengajakku berjalan dan melangkah lagi.
***
-boycandra
0 komentar:
Posting Komentar