Jumat, 10 Februari 2017

Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

Diposting oleh Unknown di 19.49
Resume anatomi fisiologi organ reproduksi wanita

Organ Reproduksi wanita :
Alat reproduksi wanita terdiri dari traktus genitalis yang terletak dalam rongga panggul kecil. Alat kelamin luar terdiri dari mons pubis, labia mayora (bibir besar) labia minora (bibir kecil), klitoris, vesibulum vagina, himen (selaput darah), orifisium vagina, bulbovestibularis (bulbus vaginalis), dan glandula vestibularis ( bartolini). Alat kelamin inerna terdiri dari vagina, uterus, tuba falopi (uterin) dan ovarium.
1.           Genitalia Eksterna

a.       Mons Veneris
b.      Labia Mayora (bibir besar)
c.       Labia Minora (bibir Kecil)
d.      Klitoris (kelentit)
e.       Vestibulum
f.       Hymen (selaput dara)
g.      Perineum
h.      Vulva
i.        Anus

Penjelasan :
a.       Vulva
termaksud alat kelamin bagian luar tempat bermuaranya sistem urogenital yang dilingkari oleh mayora, ke belakang menjadi satu dengan kommisura posterior dan perineum, dibawah kulit terdapat jaringan lemak ( mons pubis). Bagian media dari bibir besar ditemukan bibit kecil (labia minora), ke arah perineum menjadi satu dan membentuk frenulum labiorum pudendi.
Bagian depan frenulum terdapat fossa navikulare. Pada kiri dan kanan fosa navikulari terdapat dua dua lubang kecil tempat bermuaranya glandula bartehaolini bagian depan labia minora menjadi satu membentuk prepusium klitoris dan dibawah prepusium klitoris terdapat klitoris. Kira – kira 1,5 cm dibawah klitoris terdapat orifisium ureta eksterna ( lubang kemi ) , di kiri dan di kanan lubang kemih terdapat dua lubang kecil dari saluran buntu (duktus skene).
b.      Mons pubis
adalah bagian menonjol yang melingkar didepan simpisis pubis, di bentuk oleh jaringan lemak dibawah kulit, meliputi daerah simpisis yang ditumbuhi rambut pada masa purbertas.
c.       Labia mayora ( bibir besar )
adalah lipatan kulit yang menonjol secara longitudinal yang memanjang kebawah dan ke belakang dari mons pubis dan membentuk batas lateral yang banyak mengandung saraf. Terdiri atas bagian kanan dan kiri,lonjong mengecil ke bawah, terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan yang ada di mons veneris. Homolog dengan skrotum pada laki-laki. Pada anak-anak dan nullipara,kedua labia myora saling berdekatan. Bagian atas dimulai dari mons pubis,bagian bawah berakhir perenium posterior yang membentuk commisura posterior. Banyak terdapat glandula sebasea yang berfungsi untuk menjaga kelembaban.
d.      Labia minora ( bibir kecil)
adalah lipatan kecil yang terdapat di antara labia mayora, memanjang dari klitoris secara oblik kebawah dan samping belakang sepanjang 4 cm disisi orifisium vagina masing – masing labia minora terbagi menjadi :
1)      Bagian atas melalui klitoris bertemu dengan yang lain membentuk lipatan yang menggantung pada glens klitoris
2)      Bagian bawah lewat dibawah klitoris dan membentuk permukaan bawah saling berhubungan di namakan frenulum klitoris
e.       Klitoris
adalah tonjolan kecil yang melingkar berisi jaringan eriktil yang sangat sensitif, terdapat dibawah kommisori labia anterior dan sebagian tersembunyi di antara ujung anterior labia minora banyak mengandung saraf, terdiri dari :
1)      Korpus kavernosus yang mengandung jaringan eriktel ditutupi lapisan padat.
2)      Membran fibrosa mengandung sepanjang permuka media oleh septum pektina formis.
f.       Vestibulum vagina atau ( serambi)
adalah celah antara labia minora di belakang glens glitoris,di didalamnya terdapat orifisium uretra 2,5 cm. Bagian belakang glans klitoris dan vagina merupakan muara duktus vestibularis mayor, liang sanggama,kelenjar bartolini,dan kelenjar skeni kiri dan kanan.
g.      Himen (selaput darah)
adalah lapisan tipis menutupi bagian liang sanggama. Ditengahnya berlubang, merupakan tempat keluarnya menstruasi,bentuknya berfariasi dan bila teregang akan berbentuk cincin. Pada koitus pertama himen robek di beberapa tempat dan sisinya himen yang telah ruptur, ditemukan penonjolan kecil disebut karunkulae,mirtiformis. Diantara himen dan frenulum labia terdapat lekukan kecil yang disebut fosa navikularis.
h.      Orifisium vagina
adalah celah yang terdapat dibawah dan dibelakang muara uretra, ukuran bergantung pada himen, lipatan tepi dalamnya berkontak satu sama lainny. Orifisium vagina muncul sebagai celah diantaran orifisium vagina. Bulbus vestiburaris (bulbus vaginalis) terdiri dari dua masa erektil dari masing-masing sisi orifisium vagina yang disebut pars intermedis, masing-masing massa lateraris panjangnya 2,5 cm. Ujung posterior diperpanjang dan berkontak dengan glandula vestibularis. Ujung anterior bergabung satu dengan yang lain oleh pars intermedia. Permukaan dalam lapisan super fisialis diafragma ditutupi oleh M.bulbokvernosus.
Glandula vestibularis mayor (bartolini) terdiri dari 2 bagian melingkar dengan warna merah kekuning-kuningan. Pada orifisium vaginalis, ujung posterior dari masing-masing bulbus vestibula panjang salurannya 2,5 cm. 
i.        Perineum
Struktur yang membatasi antara vagina dan anus. Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus coccygeu. Otot-otot yang berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani. Penting diperhatikan saat episiotomy.


2.      Organ Genitalia Internal

1)      Vagina
Vagina merupakan suatu penghubung antara introitus vagina dan uterus. Arahnya sejajar dengan arah dari pinggir atas simphisis kepromontorium. Dinding depan dan belakang vagina berdekatan satu sama lain, masing-masing panjangnya berkisar antara 6-8 cm dan 7-10 cm. Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat disebut dengan rugae. Ditengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras, disebut kolumna rugarum. Lipatan-lipatan ini memungkinkan vagina dalam persalinan melebar sesuai dengan fungsinya sebagai bagian lunak jalan lahir. Epitel vagina terdiri atas epitel gepeng tidak bertanduk, dibawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi lapisan jaringan tersebut, sehingga dinding vagina kelihatan kebiru-biruan yang disebut livide.
Disebelah depan dinding vagina berhubungan dengan uretra dan kandung kemih yang dipisahkan oleh jaringan ikat biasa disebut septum vesikovaginalis, di sebelah belakang diantara dinding vagina bagian bawah dan rektum terdapat jaringan ikat yang disebut septum rektovaginalis. Seperempat bagian atas dinding vagina belakang terpisah dari rektum oleh kantong rektouterina yang biasa disebut cavum Douglasi. Dinding kanan dan kiri berhubungan dengan muskulus levator ani. Di puncak vagina dipisahkan oleh serviks, terbentuk forniks anterior, posterior, dan leteralis kiri dan kanan. Vagina mendapat darah dari (1) arteria uterina, yang melalui cabangnya ke serviks dan vagina memberikan darah ke vagina bagian sepertiga atas, (2) arteria vesikalis inferior, yang melalui cabangnya memberikan darah ke vagina sepertiga tengah. (3) arteria hemoroidalis mediana dan arteria udendus interna, yang mengalirkan darah ke vagina bagian sepertiga bawah.

2)      Uterus
Berbentuk seperti buah advokat atau buah pir yang sedikit gepeng ke arah depan belakang. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos ukuran panjang uterus 7-7,5 cm lebar 5,25 cm tebal 2,5 cm dan tebal dinding 1,25 cm. Letak uterus dalam fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan vagina, sedangkan corpus uteri kedepan dan membentuk sudut dengan serviks uteri). Uterus terdiri atas fundus uteri, corpus uteri, dan serviks uteri fundus uteri adalah bagian uterus proksimal di situ kedua tuba falopi masuk ke uterus. Corpus uteri adlah bagian uterus yang terbesar, yang fungsi utamanya tempat janin berkembang, rongga yang terdapat di corpus uteri disebut cavum uteri (rongga rahim). Serviks uteri terdiri atas (1) pars vaginalis servisis uteri yang dinamakan porsio, (2) pars supravaginalis servisis uteri yaitu bagian serviks yang berada di atas vagina. Secara histologik dari dalam keluar uterus terdiri atas :
a)      Endometrium di corpus uteri dan endoserviks di serviks uteri
b)      Otot-otot polos
c)      Lapisan serosa, yakni peritoneum viserale. 
Lapisan otot polos uterus disebelah dalam berbentuk sirkular dan disebah luar berbentuk longitudinal. Isthmus adalah bagian uterus antara serviks dan corpus uteri diliputi oleh peritoneum viserale yang mudah sekali digeser dari dasarnya atau digerakkan di daerah plika vesiko uterina.
Posisi uterus :
                                           I.         Pada masa pubertas : berat 14-17 gram,berada dalam rongga pelvis. Dalam keadaan menstruasi,uterus membesar,lebih banyak vaskularisasi, dan permukaan membulat.orifisium eksternus bentuknya bulat,labia membengkak,endometrium menebal dan lebih lunak.
                                        II.         Selama kehamilan : uterus membesar,pada bulan ke 8 mencapai regio epigastrika.
                                     III.         Sesudah melahirkan : uterus menjadi atrofi dan pucat sehingga lebih memisahkan uterus dan serviks.
Uterus diberi darah oleh arteria uterina kiri dan kanan yang terdiri atas ramus asendens dan ramus desendens.


3)      Tuba falopi
Adalah saluran telur yang mengangkat ovum dari ovarium ke kavum uteri.panjangnya rata-rata 11-14 cm, terdapat 2 bagian mulai dari sisi pelvis ke sudut superior lateral uterus. Masing tergantung pada plika peritonial mesenterium yang meliputi margo superior dan berdekatan dengan ligamentum latum.
Terdiri atas :
1.      Pars interstisialis yaitu bagian yang terdapat di dinding uterus
2.      Pars ismika merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya
3.      Pars ampullaris yaitu bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar,tempat konsepsi terjadi,dan
4.      Infundibulum,yaitu bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbria
Fimbiria penting artinya bagi tuba untuk menangkap telur dan selanjutnya menyalurkan telur ke dalam tuba .
Bentuk infundibulum seperti anemon (sejenis bintang laut). Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum viserale yang merupakan bagian daari ligamentum latum.otot diding tuba terdiri atas (dari luar ke dalam)otot longitudenal dan otot sirkular.lebih kedalam lagi didapatkan selaput yang berlipat lipat dengan sel sel yang bersekresi dan berselia yang khas,berfungsi untuk menyalurkan telur atau hasil konsepsi kearah kavum uteri dengan arus yang ditimbulkan oleh getaran rambut getar tersebut.

4)      Ovarium (Indung telur)
Perempuan pada umumnya mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Mesovarium menggantung ovarium dibagian belakang ligamentum latum kiri dan kanan. Ovarium berukuran kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5cm. Pinggir atasnya atau hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannnya pembuluh-pembuluh darah dan serabut serabut saraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas.Permukaan belakangnya menuju ke atas dan belakang, sedangkan permukaan depannya kebawah dan depan. Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi daripada ujung yang dekat dengan uterus dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbria dari infundibulum. Ujung ovarium yang lebih rendah berhubungan dengan uterus melalui ligamentum ovari proprium tempat ditemukannnya jaringan otot yang menjadi satu dengan jarngan otot diligamentum rotundum. Embriologik kedua ligamentum berasal dari gugernakulum.
Struktur ovarium terdiri atas (1) korteks, bagian luar yang diliputi oleh epitelium germinativum berbentuk kubuk dan di dalamnya terdiri atas stroma serta folikel-folikel primordial; dan (2) medula, bagian disebelah dalam korteks tempat terdapatnya stroma dengan pembuluh-pembuluh darah, serabut-serabut saraf dan sedikit otot polos.
Diperkirakan pada perempuan terdapat kira-kira 100.000 folikel primer. Folikel-folikel ini merupakan bagian terpenting dari ovarium yang dapat dilihat di korteks ovari dalam letak beraneka ragam dan ulah dalam tingkat-tingkat perkembangan yang berbeda, yaitu dari satu sel telur yang dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel saja Sampai menjadi folikel de Graf yang matang tersis dengan likuor follikuli, mengandung estrogen dan siap untuk berovulasi.
Folikel de Graf yang matang terdiri atas (1) ovum, yakni suatu sel yang besar dengan diameter mm yang mempunyai nukleus dengan anyaman kromatin yang jelas sekali dan satu nukleulus pula; (2) startum granulosum, yang terdiri atas sel-sel granulosa, yakni sel-sel bulat kecil dengan inti yang jelas pada pewarnaan dengan mengelilingi ovum; pada perkembangan lebih lanjut ditengahnya terdapat suatu rongga terisi likuor follikuli; (3) Teka interna, suatu lapisan yang melingkari skratum granulosum dengan sel-sel lebih kecil daripada sel granulosa; (4) Teka eskterna, diluar teka interna yang terbentuk oleh stroma ovarium yang terdesak.
Di dalam sel-selnya timbul pigmen kuning dan korpus rubrum menjadi korpus luteum. Sel-selnya membesar dan mengandung lutein dengan banyak kapiar dan jaringan ikat diantaranya. Ditengah-tengah masih terdapat bekas pendarahan. Jika tidak ada pembuahan ovum, sel-sel yang besar yang mengandung lutein mengecil dan menjadi atrofik, sedangkan jaringan ikatnya bertambah. Korpus luteum lambat laun menjadi korpus albikans. Jika pembuahan terjadi, korpus luteum tetap ada malahan menjadi lebih besar senhingga mempunyai diameter 2,5 cm pada kehamilan 4 bulan.





Referensi

Syaifuddin,H.2012. Anatomi Fisiologi,jakarta : EGC
Prawirohardjo,sarwono.2009. Ilmu Kebidanan, jakarta : PT.Bina Pustaka sarwono prawirohardjo
Elisabeth,siwi.2015. Asuhan kebidanan pada kehamilan.yogyakarta : PT.Pustaka baru



0 komentar:

Posting Komentar

 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea