LAPORAN PRAKTIKUM BIODAS &
BIOPER
PENGECATAN GRAM DAN PENGENALAN ALAT
STERILISASI
DI
SUSUN OLEH :
Nur
Fitriani (16140015)
Kelas
B 13.1
Program
Studi D4 Bidan Pendidik
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR DAN
BIOLOGI PERKEMBANGAN
PEWARNAAN
DAN PENGECATAN GRAM
I.
LANDASAN TEORI
Mikroorganisme
yang tidak diwarnai umumnya tampak transparan bila diamati dengan mikroskop
cahaya biasa. Hal ini karena sitoplasma sel mikroba memiliki indeks bias hampir
sama dengan indeks bias lingkungannya yang bersifat cair dan mikroba tidak
mengadsorbsi atau membiaskan cahaya.
Perwarnaan
sederhana merupakan pemberian warna pada bakteri atau jasad-jasad renik lain
dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis, atau
olesan yang sudah difiksasi. Pewarnaan diferensial merupakan teknik dari
prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba. Dengan
teknik ini biasanya digunakan lebih dari satu larutan zat pewarna atau reagen
pewarnaan.
Pewarnaan
gram merupakan salah satu teknik pewarnaan diferensial yang paling penting dan
paling luas digunakan untuk bakteri. Bakteri yang diwarnai dengan metode gram
ini dibagi menjadi 2 kelompok: salah satu di antaranya bakteri gram positif,
mempertahankan zat pewarna Kristal violet dan karenanya tampak ungu tua. Gram
negatif kehilangan Kristal violet ketika dicuci dengan alkohol, dan sewaktu
diberi pewarnaan tandingan dengan merah safranin, tampak merah
A.
Macam-macam
Preparat
1.
Preparat hidup
dengan dicat, preparat ini biasanya digunakan untuk pemeriksaan protozoa
(amoeba, flagella dan cilliata)
Cat yang dipakai antara lain:
a.
Solutio
methyleen biru 1%
b.
Sulutio eosin
yellowish 2%
c.
Lugol dengan
formula :
1 gram yodium kristal
2 gram kalium yodida
300 cc aquadest.
Ketiga cat ini tidak boleh mengandung
alkohol yang dapat membunuh protozoa.
2.
Preparat mati
yang dicat, preparat yang dicat preparat ini dapat dibuat dari bahan yang cair
ataupun yang padat terlebih dahulu disuspensikan dengan air garam. Bahan
pemeriksaan yang cair antara lain: sputum, pus, pleura, cairan ascites, cairan
lumbal. Dikenal ada 2 macam cairan ascites yaitu exudat (mengandung banyak
bakteri) dan transudat (tidak mengandung bakteri)
B.
Pengecatan
Pengecatan mempunyai maksud supaya sel-sel dan
struktur sel-sel dapat dilihat dengan jelas. Untuk itu harus dilakukan
pemilihan cat, bahan penguat dan pahan meluntur yang tepat. Sejak 1875 Weigert
telah menggunakan aniline untuk pengecatan jaringan, kemudian menyusul Koch dan
Ehrlich. Menurut Ehrlich cat aniline dibedakan menjadi 4 macam yaitu cat
aniline basa, asam, netral dan indifferent.
Bahan-bahan peluntur : Melunturkan pada suatu
pengecatan dimaksudkan untuk mendapatkan warna kontras yang sebaik-baiknya.
Maka dari itu perlu sekali diperhatikan jenis peluntur, cara meluntur
C.
Jenis-jenis
Pengecatan
1.
Pengecatan progresif
Disebut
juga pengecatan direct atau monochromatic adalah pengecatan dengan memakai satu
macam cat saja, misalnya pengecatan sederhana. Perbedaan warna dari sel-sel
atau bagian-bagian sel tergantung dari besar kecilnya affiniteit sel atau
bagian sel terhadap cat yang digunakan. Cat-cat yang digunakan misalnya :
salutio fuschsin, salutio methyleen biru, loeffler methyleen biru, carbol
gentian violet dan sebagainya.
2.
Pengecatan
regresif
Disebut
juga pengecatan indirect atau contrast yaitu pengecatan dilakukan dengan
menggunakan lebih dari satu macam cat dan juga dipergunakan bahan-bahan
peluntur. Cat-cat dan bahan peluncur ini harus dipilih dengan tepat, supaya
didapatkan warna yang tidak sama kuatnya atau berlainan.
Contoh-contohnya:
pengecatan-pengecatan Gram Ziehl Nelson, pengecatan Kinyoun Gabbett, Niesser
dab sebagainya
3.
Pengecatan
majemuk
Adalah pengecatan yang dilakukan dengan
satu campuran cat yang terdiri dari bermacam-macam cat asam dan basa. Pada
pengecatan ini, bermacam-macam cat itu bekerja bersamaan terhadap jaringan, sel
atau bagian-bagian sel sesuai dengan affiniteit masing-masing sehingga
didapatkan warna yang berbeda-beda pula.
II.
METODE KERJA
1.
Waktu dan Tempat
Praktikum mikrobiologi
mengenai pewarnaan dan cara-cara pewarnaan bakteri yang dilaksanakan pada Rabu,
28 September 2016 pukul 07.30-10.00 Bertempat di Laboratorium Mikrobiologi
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta.
2.
Alat dan Bahan
Alat :
a
Mikroskop
b
Bunsen
c
Jarum ose
d
Pipet tetes
e
Jembatan
pengecatan
f
Kaca preparat
Bahan :
a
Sample bakteri
(pada telapak tangan atau lidah)
b
Gram A (Carbol
gentian violet)
c
Gram B (Lugol)
d
Gram C (Alkohol)
e
Gram D (Solutio
fuchein)
3.
Pengambilan
sampel
a.
Mengambil sampel
bakteri pada telapak tangan atau garis tangan yanag basah menggunakan jarum ose
dengan cara dikeruk satu arah, atau
b.
Mengambil sampel
bakteri pada lidah menggunakan jarum ose dan juga dengan cara dikeruk satu arah
4.
Cara pengerjaan
a
Siapkan
peralatan yang dibutuhkan
b
Nyalakan bunsen
c
Sterilkan ujung
ose terlebih dahulu. Sterilkan ujung ose sampai berpijar kemudian tunggu sampai
dingin
d
Ambil sample
bakteri dengan ose pada telapak tangan yang basah atau pada lidah dengan cara
dikeruk satu arah
e
Bakteri yang
menempel pada jarum ose diusapkan pada kaca preparat
f
Preparat yang
sudah kering difixeer diletakkan di jembatan pengecatan, dituangi cat Gram A
selama 3 menit
g
Cuci dengan air
sebentar, kemudian dituangi dengan Gram B selama ¾ menit
h
Dicuci dengan
air, dituangi dengan Gram C selama 1 menit
i
Dicuci dengan
air, dituangi dengan Gram D selama 2 menit
j
Dicuci dengan
air, biarkan kering dengan sendirinya
k
Atur perbesaran
1000x pada mikroskop
l
Letakkan kaca
preparat tersebut pada mikroskop dan amati hasilnya
5.
Hasil Pengecatan
Hasil pengamatan
pewarnaan
Oleh : Nur Fitriani
Sampel bakteri : pada lidah (Nur Fitriani)
No.
|
Pewarnaan
|
Keterangan
|
Hasil
|
1
|
Pewarnaa dan pengecatan gram
|
Perbesaran
|
Ditemukan bakteri Gram prositif yang berwarna ungu
dan berbentuk coccus
|
Dari hasil pengamatan
ditemukan bakteri berbentuk coccus yang berwarna ungu. Bakteri yang ditemukan
merupakan bakteri Gram positif.
6.
Pembahasan
Pada waku dimasukkan
Gram A, semua bakteri berwarna violet. Kemudian dituangi dengan Gram B, tidak
terjadi perubahan-perunahan karena lugol bersifat memperkuat cat Gram
Setelah dituangi dengan Gram C, bakteri yang Gram negatif
akan melepaskan cat yang sudah diserap, sehingga tidak berwarna sedangkan yang
Gram positif tetap memegang cat yang sudah diserapnya. Jadi, tetap berwarna
violet
Pengecatan dengan sulotia fuschin (Gram D) bakteri yang
Gram negatif akan berwarna merah dan bekteri yang Gram positif tetap berwarna
violet tidak mengambil warna merah dari fuschin.
PENGENALAN ALAT STERILISASI DAN
FUNGSINYA
Sterilisasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk
membebaskan alat, barang atau bahan dari microorganisme termasuk bakteri dan
sporanya. Atau suatu usaha yang dilakukan untuk membunuh atau menghancurkan
microorganisme dan atau sporanya dari alat/ bahan yang disteril.
Sterilisasi juga dikatakan sebagai tindakan untuk membunuh
kuman patogen atau apatogen beserta spora yang terdapat pada alat perawatan kedokteran
dengan cara merebus, stoom, menggunakan panas tinggi atau bahkan kimia.
ALAT STERILISASI DAN FUNGSINYA
1. Autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan
yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.autoklaf
disebut juga dengan sterilisasi basah. Peralatan yang digunakan perlu di
sterilisasi agar pada saat kontak dengan produk, tidak
menyebabkan kontaminasi.
Sebelum digunakan autoklaf terlebih dahulu di validasi untuk
membuktikan bahwa autoklaf berfungsi dengan baik dan mampu menghasilkan
material yang steril,menggunakan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu 121ÂșC selama
15 menit. Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang
disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibanding
dengan udara panas
Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan
dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak
boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi.
2. Inklubator
Inkubator adalah untuk menginkubasi atau memerang mikroba
pada suhu yang terkontrol (umumnya di atas suhu ambient). Alat ini di lengkapi
dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Semakin kecil ukuran incubator maka
semakin rentang pula
perubahan suhunya saat pintu incubator di buka. Kisaran suhu untuk inklubator
10-70°C. Suhu didalam inklubatorkonstan dan dapat diatur sesuai dengan tujuan
inkubasi.
3. Lampu
Bunsen
Lampu
Bunsen berfungsi untuk:
·
Mensterilkan
alat
·
Sebagai
sumber panas untuk memanaskan alat
atau bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
4. Oven
Oven
berfungsi untuk mensterilisasi alat-alat praktikum yang terbuat dari kaca
seperti cawan petri dan sering disebut dengan sterilisasi kering
ALAT LABORATORIUM DAN FUNGSINYA
1. Waterbath
Waterbath adalah peralatan yang berisi air yang bias
mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang di
tentukan.
Fungsi waterbath:
·
Pemanasan
pada suhu rendah 30°C sampai100°C
·
Menguapkan
zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.
·
Waterbath
lebih cepat mencapai temperature yang di inginkan dan tidak cepat kehilangan
panas, karena menggunakan air dalam distribusi suhu.
2. Spektrofotometer
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan
panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca Cahaya yang dimkaksud dapat
berupa cahaya variable, UV, dan infra merah, sedangkan materi dapat berupa atom
dan molekul namun yang lebih berperan adalah electron valensi.
Fungsi spektrofotometer:
·
Untuk
pemeriksaan Hb
·
Mengetahui
kadar gula dan kolesterol







0 komentar:
Posting Komentar