Rabu, 08 Februari 2017

Pengecatan Gram dan Pengenalan Alat Sterilisasi

Diposting oleh Unknown di 14.33
LAPORAN PRAKTIKUM BIODAS & BIOPER
PENGECATAN GRAM DAN PENGENALAN ALAT STERILISASI





DI SUSUN OLEH :


Nur Fitriani (16140015)

Kelas B 13.1
Program Studi D4 Bidan Pendidik




FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR DAN BIOLOGI PERKEMBANGAN
PEWARNAAN DAN PENGECATAN GRAM
       I.            LANDASAN TEORI
Mikroorganisme yang tidak diwarnai umumnya tampak transparan bila diamati dengan mikroskop cahaya biasa. Hal ini karena sitoplasma sel mikroba memiliki indeks bias hampir sama dengan indeks bias lingkungannya yang bersifat cair dan mikroba tidak mengadsorbsi atau membiaskan cahaya.
Perwarnaan sederhana merupakan pemberian warna pada bakteri atau jasad-jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis, atau olesan yang sudah difiksasi. Pewarnaan diferensial merupakan teknik dari prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba. Dengan teknik ini biasanya digunakan lebih dari satu larutan zat pewarna atau reagen pewarnaan.
Pewarnaan gram merupakan salah satu teknik pewarnaan diferensial yang paling penting dan paling luas digunakan untuk bakteri. Bakteri yang diwarnai dengan metode gram ini dibagi menjadi 2 kelompok: salah satu di antaranya bakteri gram positif, mempertahankan zat pewarna Kristal violet dan karenanya tampak ungu tua. Gram negatif kehilangan Kristal violet ketika dicuci dengan alkohol, dan sewaktu diberi pewarnaan tandingan dengan merah safranin, tampak merah
A.    Macam-macam Preparat
1.      Preparat hidup dengan dicat, preparat ini biasanya digunakan untuk pemeriksaan protozoa (amoeba, flagella dan cilliata)
Cat yang dipakai antara lain:
                                   a.            Solutio methyleen biru 1%
                                   b.            Sulutio eosin yellowish 2%
                                   c.            Lugol dengan formula :
1 gram yodium kristal
2 gram kalium yodida
300 cc aquadest.
Ketiga cat ini tidak boleh mengandung alkohol yang dapat membunuh protozoa.
2.      Preparat mati yang dicat, preparat yang dicat preparat ini dapat dibuat dari bahan yang cair ataupun yang padat terlebih dahulu disuspensikan dengan air garam. Bahan pemeriksaan yang cair antara lain: sputum, pus, pleura, cairan ascites, cairan lumbal. Dikenal ada 2 macam cairan ascites yaitu exudat (mengandung banyak bakteri) dan transudat (tidak mengandung bakteri)
B.     Pengecatan
Pengecatan mempunyai maksud supaya sel-sel dan struktur sel-sel dapat dilihat dengan jelas. Untuk itu harus dilakukan pemilihan cat, bahan penguat dan pahan meluntur yang tepat. Sejak 1875 Weigert telah menggunakan aniline untuk pengecatan jaringan, kemudian menyusul Koch dan Ehrlich. Menurut Ehrlich cat aniline dibedakan menjadi 4 macam yaitu cat aniline basa, asam, netral dan indifferent.
Bahan-bahan peluntur : Melunturkan pada suatu pengecatan dimaksudkan untuk mendapatkan warna kontras yang sebaik-baiknya. Maka dari itu perlu sekali diperhatikan jenis peluntur, cara meluntur
C.     Jenis-jenis Pengecatan
1.      Pengecatan progresif
Disebut juga pengecatan direct atau monochromatic adalah pengecatan dengan memakai satu macam cat saja, misalnya pengecatan sederhana. Perbedaan warna dari sel-sel atau bagian-bagian sel tergantung dari besar kecilnya affiniteit sel atau bagian sel terhadap cat yang digunakan. Cat-cat yang digunakan misalnya : salutio fuschsin, salutio methyleen biru, loeffler methyleen biru, carbol gentian violet dan sebagainya.
2.      Pengecatan regresif
Disebut juga pengecatan indirect atau contrast yaitu pengecatan dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu macam cat dan juga dipergunakan bahan-bahan peluntur. Cat-cat dan bahan peluncur ini harus dipilih dengan tepat, supaya didapatkan warna yang tidak sama kuatnya atau berlainan.
Contoh-contohnya: pengecatan-pengecatan Gram Ziehl Nelson, pengecatan Kinyoun Gabbett, Niesser dab sebagainya
3.      Pengecatan majemuk
Adalah pengecatan yang dilakukan dengan satu campuran cat yang terdiri dari bermacam-macam cat asam dan basa. Pada pengecatan ini, bermacam-macam cat itu bekerja bersamaan terhadap jaringan, sel atau bagian-bagian sel sesuai dengan affiniteit masing-masing sehingga didapatkan warna yang berbeda-beda pula.
    II.            METODE KERJA
1.      Waktu dan Tempat
Praktikum mikrobiologi mengenai pewarnaan dan cara-cara pewarnaan bakteri yang dilaksanakan pada Rabu, 28 September 2016 pukul 07.30-10.00 Bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta.
2.      Alat dan Bahan
Alat :
a         Mikroskop
b        Bunsen
c         Jarum ose
d        Pipet tetes
e         Jembatan pengecatan
f         Kaca preparat
Bahan :
a         Sample bakteri (pada telapak tangan atau lidah)
b        Gram A (Carbol gentian violet)
c         Gram B (Lugol)
d        Gram C (Alkohol)
e         Gram D (Solutio fuchein)
3.      Pengambilan sampel
                         a.            Mengambil sampel bakteri pada telapak tangan atau garis tangan yanag basah menggunakan jarum ose dengan cara dikeruk satu arah, atau
                         b.            Mengambil sampel bakteri pada lidah menggunakan jarum ose dan juga dengan cara dikeruk satu arah
4.      Cara pengerjaan
a         Siapkan peralatan yang dibutuhkan
b        Nyalakan bunsen
c         Sterilkan ujung ose terlebih dahulu. Sterilkan ujung ose sampai berpijar kemudian tunggu sampai dingin
d        Ambil sample bakteri dengan ose pada telapak tangan yang basah atau pada lidah dengan cara dikeruk satu arah
e         Bakteri yang menempel pada jarum ose diusapkan pada kaca preparat
f         Preparat yang sudah kering difixeer diletakkan di jembatan pengecatan, dituangi cat Gram A selama 3 menit
g        Cuci dengan air sebentar, kemudian dituangi dengan Gram B selama ¾ menit
h        Dicuci dengan air, dituangi dengan Gram C selama 1 menit
i          Dicuci dengan air, dituangi dengan Gram D selama 2 menit
j          Dicuci dengan air, biarkan kering dengan sendirinya
k        Atur perbesaran 1000x pada mikroskop
l          Letakkan kaca preparat tersebut pada mikroskop dan amati hasilnya
5.      Hasil Pengecatan
Hasil pengamatan pewarnaan
Oleh : Nur Fitriani
Sampel bakteri : pada lidah (Nur Fitriani)
No.
Pewarnaan
Keterangan
Hasil
1
Pewarnaa dan pengecatan gram
Perbesaran
Ditemukan bakteri Gram prositif yang berwarna ungu dan berbentuk coccus

Dari hasil pengamatan ditemukan bakteri berbentuk coccus yang berwarna ungu. Bakteri yang ditemukan merupakan bakteri Gram positif.
6.      Pembahasan
Pada waku dimasukkan Gram A, semua bakteri berwarna violet. Kemudian dituangi dengan Gram B, tidak terjadi perubahan-perunahan karena lugol bersifat memperkuat cat Gram
            Setelah dituangi dengan Gram C, bakteri yang Gram negatif akan melepaskan cat yang sudah diserap, sehingga tidak berwarna sedangkan yang Gram positif tetap memegang cat yang sudah diserapnya. Jadi, tetap berwarna violet
            Pengecatan dengan sulotia fuschin (Gram D) bakteri yang Gram negatif akan berwarna merah dan bekteri yang Gram positif tetap berwarna violet tidak mengambil warna merah dari fuschin.




PENGENALAN ALAT STERILISASI DAN FUNGSINYA
Sterilisasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membebaskan alat, barang atau bahan dari microorganisme termasuk bakteri dan sporanya. Atau suatu usaha yang dilakukan untuk membunuh atau menghancurkan microorganisme dan atau sporanya dari alat/ bahan yang disteril.
Sterilisasi juga dikatakan sebagai tindakan untuk membunuh kuman patogen atau apatogen beserta spora yang terdapat pada alat perawatan kedokteran dengan cara merebus, stoom, menggunakan panas tinggi atau bahkan kimia.

ALAT STERILISASI DAN FUNGSINYA
1.      Autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.autoklaf disebut juga dengan sterilisasi basah. Peralatan yang digunakan perlu di sterilisasi agar pada saat kontak dengan produk, tidak menyebabkan kontaminasi.
Sebelum digunakan autoklaf terlebih dahulu di validasi untuk membuktikan bahwa autoklaf berfungsi dengan baik dan mampu menghasilkan material yang steril,menggunakan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu 121ÂșC selama 15 menit. Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibanding dengan udara panas
Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi.
2.      Inklubator


Inkubator adalah untuk menginkubasi atau memerang mikroba pada suhu yang terkontrol (umumnya di atas suhu ambient). Alat ini di lengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Semakin kecil ukuran incubator maka semakin  rentang pula perubahan suhunya saat pintu incubator di buka. Kisaran suhu untuk inklubator 10-70°C. Suhu didalam inklubatorkonstan dan dapat diatur sesuai dengan tujuan inkubasi.
3.      Lampu Bunsen



Lampu Bunsen berfungsi untuk:
·         Mensterilkan alat
·         Sebagai sumber panas untuk memanaskan  alat atau bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
4.      Oven

Oven berfungsi untuk mensterilisasi alat-alat praktikum yang terbuat dari kaca seperti cawan petri dan sering disebut dengan sterilisasi kering
ALAT  LABORATORIUM DAN FUNGSINYA
1.      Waterbath

Waterbath adalah peralatan yang berisi air yang bias mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang di tentukan.
Fungsi waterbath:
·         Pemanasan pada suhu rendah 30°C sampai100°C
·         Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.
·         Waterbath lebih cepat mencapai temperature yang di inginkan dan tidak cepat kehilangan panas, karena menggunakan air dalam distribusi suhu.

2.      Spektrofotometer

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca Cahaya yang dimkaksud dapat berupa cahaya variable, UV, dan infra merah, sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah electron valensi.
Fungsi spektrofotometer:
·         Untuk pemeriksaan Hb

·         Mengetahui kadar gula dan kolesterol

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea