Selasa, 21 Februari 2017

Dimensi Kefilsafatan Ilmu Kebidanan

Diposting oleh Unknown di 06.08
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Proses melahirkan manusia adalah sebuah proses fisiologis normal sempurna dirancang oleh alam untuk membawa bayi ke dunia.. Ini adalah naluriah, pengalaman melahirkan itu berbeda pada setiap individu oleh karena itu harus dihormati. Wanita harus terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dan perawatan diri. Dengan cara tersebut,melahirkan memiliki potensi untuk menjadi peristiwa transformative yaitu wanita yang bertanggung jawab atas kelahiran dan mereka melahirkan bayi mereka di bawah kekuasaan mereka sendiri, muncul dari pengalaman diberdayakan, dengan rasa baru kemampuan mereka sendiri.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara mengetahui dimensi kefilsafatan Ilmu kebidanan?
2.      Bagaimana cara mengetahui tubuh pengetahuan  Ilmu kebidanan?
C.     Tujuan
1.      Mengetahui dimensi kefilsafatan ilmu kebidanan
2.      Mengetahui tubuh pengetahuan ilmu kebidanan
D.    Manfaat
1.      Bagi penulis
Menambah wawasan mengenai dimensi kefilsafatan dan tubuh pengetahuan ilmu kebidanan
2.    Bagi pembaca
Mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logka, etika, maupun metafisika



BAB II
PEMBAHASAN
1.      Dimensi Kefilsafatan ilmu Kebidanan
Keberadaan disiplin keilmuan kebidanan sama seperti keilmuan lainnya ditopang oleh berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh berkembang, sehingga dalam perjalanan mulai dipertanyakan identitas dirinya sebagai suatu disiplin keilmuan yang mandiri. Yang sering dipertanyakan pada pengetahuan kebidanan (Midwifery Knowledge) terutama berfokus kepada tubuh pengetahuan kebidanan (Body of knowledge) untuk eksistensi sebagai satu disiplin keilmuan yang mandiri. Lebih lanjut sering dipertanyakan adalah ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan pengetahuan kebidanan dengan ilmu yang lain.
Berdasarkan komponen hakekat ilmu, maka setiap cabang pengetahuan dibedakan dari jenis pengetahuan lainnya berdasarkan apa yang diketahui (ontologi),bagaimana pengetahuan tersebut diperoleh dan disusu (efistemologi) serta nilai mana yang terkait dengan pengetahuan tersebut (aksiologi). Oleh karena serta itu pengetahuan ilmiah mempunyai landasan ontologi, efistemologi dan aksiologi yang spesifik bersifat ilmiah. Artinya suatu pengetahuan secara umum dikelompokkan sebagai pengetahuan  ilmiah apabila dapat memenuhi persyaratan ontologi, efistemologi dan aksiologi keilmuan
Dimensi kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tingkatan karakteristik yaitu :
a.       Bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh disiplin ilmu yang bersifat keilmuan
b.      Bersifat generic artinya mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah.
c.       Bersifat spesifik artinya memiliki ciri – ciri yang khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dari disiplin keilmuan yang lain.
Secara khusus setiap disiplin keilmuan mempunyai objek forma dan objek materia mengenai wujud yang menjadi fokus penelaahannya, objek forma merupakan cara pandang terhadap sesuatu, sedangkan objek material merupakan substansi dari objek tertentu. Setiap disiplin keilmuan yang mandiri mempunyai objek forma dan objek material yang berbeda dengan disiplin ilmu lain. Oleh karena itu, objek forma dan objek materia merupakan ciri yang spesifik dari suatu disiplin keilmuan.
Disiplin keilmuan kebidanan mempunyai karekteristik dan spesifikasi baik objek forma maupun objek material. Objek forma dari disiplin ilmu kebidanan adalah mempertahankan status kesehatan reproduksi termasuk kesejahteraan wanita sejak lahir sampai masa tuanya ( menopause ) termasuk berbagai implikasi dalam siklus kehidupannya. Objek material dari disiplin ilmu kebidanan adalah janin, bayi baru lahir dan anak di bawah lima tahun ( balita ) dan wanita secara utuh atau holistik dalam siklus kehidupannya ( kanak – kanak, pra-remaja, remaja, dewasa muda, dewasa, lansia dini dan lansia lanjut ) yang berfokus pada kesehatan reproduksi.
2.      Tubuh Pengetahuan Ilmu Kebidanan
Batang tubuh keilmuan adalah ilmu terapan dan bersifat multidisiplin. Secara umum ilmu kebidanan didukung oleh ilmu-ilmu alam, sosial dan humaniora. Dengan berkembangnya ilmu-ilmu secara dinamis khususnya dalam kaitan dengan kegunaannya ilmu kebidanan juga menggunakan ilmu-ilmu yang mendukung. Tubuh pengetahuan kebidanan terdiri atas 4 kelompok yaitu :
a.       Ilmu dasar


·         Anatomi
·         Mikrobiologi dan Parasitologi
·         Patofisiologi
·         Fisika
·         Biokimia


b.      Ilmu-ilmu sosial
·         Pancasila dan wawasan nusantara
·         Bahasa Indonesia
·         Bahasa Inggris
·         Sosiologi
·         Antropologi
·         Psikologi
·         Administrasi dan Kepemimpinan
·         Ilmu Komunikasi
·         Humaniora
·         Pendidikan (Prinsip Belajar dan Mengajar)
c.       Ilmu terapan
·         Kedokteran
·         Farrmakologi
·         Epidemiologi
·         Statistik
·         Teknik Kesehatan Dasar (TKD)/Keperawatan Dasar
·         Paradigma Sehat
·         Ilmu Gizi
·         Hukum Kesehatan
·         Kesehatan Masyarakat
·         Metode Riset
d.      Ilmu kebidanan
·         Dasar – dasar kebidanan (Perkembangan kebidanan, registrasi dan Organisasi Profesi dan Peran serta Fungsi Bidan)
·         Teori dan model Konseptual kebidanan
·         Siklus Kehidupan Wanita
·         Etika dan Etiket Kebidanan
·         Pengantar Kebidanan Profesional (Konsep Kebdianan, definisi dan lingkup kebidanan dan manajemen kebidanan)
·         Tingkat dan jenis pelayanan kebidanan
·         Legislasi Kebidanan
·         Praktik Klinik Kebidanan


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dimensi kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tingkatan karakteristik yaitu :
a.       Bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh disiplin ilmu yang bersifat keilmuan
b.      Bersifat generic artinya mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah.
c.       Bersifat spesifik artinya memiliki ciri – ciri yang khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dari disiplin keilmuan yang lain.

Batang tubuh keilmuan adalah ilmu terapan dan bersifat multidisiplin. Secara umum ilmu kebidanan didukung oleh ilmu-ilmu alam, sosial dan humaniora. Dengan berkembangnya ilmu-ilmu secara dinamis khususnya dalam kaitan dengan kegunaannya ilmu kebidanan juga menggunakan ilmu-ilmu yang mendukung. Tubuh pengetahuan kebidanan terdiri atas 4 kelompok yaitu :
a.       Ilmu dasar
b.      Ilmu sosial
c.       Ilmu terapan
d.      Ilmu kebidanan



DAFTAR PUSTAKA

Mufdillah,dkk. 2012. Konsep Kebidanan, Yogyakarta : Nuha Medika



0 komentar:

Posting Komentar

 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea