BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Proses
melahirkan manusia adalah sebuah proses fisiologis normal sempurna dirancang
oleh alam untuk membawa bayi ke dunia.. Ini adalah naluriah, pengalaman
melahirkan itu berbeda pada setiap individu oleh karena itu harus dihormati.
Wanita harus terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dan perawatan diri.
Dengan cara tersebut,melahirkan memiliki potensi untuk menjadi peristiwa
transformative yaitu wanita yang bertanggung jawab atas kelahiran dan mereka
melahirkan bayi mereka di bawah kekuasaan mereka sendiri, muncul dari
pengalaman diberdayakan, dengan rasa baru kemampuan mereka sendiri.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
cara mengetahui dimensi kefilsafatan Ilmu kebidanan?
2. Bagaimana
cara mengetahui tubuh pengetahuan Ilmu
kebidanan?
C. Tujuan
1. Mengetahui
dimensi kefilsafatan ilmu kebidanan
2. Mengetahui
tubuh pengetahuan ilmu kebidanan
D. Manfaat
1. Bagi
penulis
Menambah
wawasan mengenai dimensi kefilsafatan dan tubuh pengetahuan ilmu kebidanan
2. Bagi
pembaca
Mencari
hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logka, etika, maupun metafisika
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Dimensi
Kefilsafatan ilmu Kebidanan
Keberadaan disiplin keilmuan kebidanan sama seperti
keilmuan lainnya ditopang oleh berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh
berkembang, sehingga dalam perjalanan mulai dipertanyakan identitas dirinya
sebagai suatu disiplin keilmuan yang mandiri. Yang sering dipertanyakan pada
pengetahuan kebidanan (Midwifery Knowledge) terutama berfokus kepada
tubuh pengetahuan kebidanan (Body of
knowledge) untuk eksistensi sebagai satu disiplin keilmuan yang mandiri.
Lebih lanjut sering dipertanyakan adalah ciri-ciri atau karakteristik yang
membedakan pengetahuan kebidanan dengan ilmu yang lain.
Berdasarkan komponen hakekat ilmu, maka setiap cabang
pengetahuan dibedakan dari jenis pengetahuan lainnya berdasarkan apa yang
diketahui (ontologi),bagaimana pengetahuan tersebut diperoleh dan disusu (efistemologi)
serta nilai mana yang terkait dengan pengetahuan tersebut (aksiologi). Oleh
karena serta itu pengetahuan ilmiah mempunyai landasan ontologi, efistemologi
dan aksiologi yang spesifik bersifat ilmiah. Artinya suatu pengetahuan secara
umum dikelompokkan sebagai pengetahuan ilmiah
apabila dapat memenuhi persyaratan ontologi, efistemologi dan aksiologi
keilmuan
Dimensi kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat
dibagi menjadi tingkatan karakteristik yaitu :
a.
Bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh
disiplin ilmu yang bersifat keilmuan
b.
Bersifat generic artinya mencirikan segolongan
tertentu dari pengetahuan ilmiah.
c.
Bersifat spesifik artinya memiliki ciri – ciri yang
khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dari disiplin keilmuan yang
lain.
Secara khusus setiap disiplin keilmuan mempunyai objek
forma dan objek materia mengenai wujud yang menjadi fokus penelaahannya, objek
forma merupakan cara pandang terhadap sesuatu, sedangkan objek material
merupakan substansi dari objek tertentu. Setiap disiplin keilmuan yang mandiri
mempunyai objek forma dan objek material yang berbeda dengan disiplin ilmu
lain. Oleh karena itu, objek forma dan objek materia merupakan ciri yang
spesifik dari suatu disiplin keilmuan.
Disiplin keilmuan kebidanan mempunyai karekteristik
dan spesifikasi baik objek forma maupun objek material. Objek forma dari
disiplin ilmu kebidanan adalah mempertahankan status kesehatan reproduksi
termasuk kesejahteraan wanita sejak lahir sampai masa tuanya ( menopause )
termasuk berbagai implikasi dalam siklus kehidupannya. Objek material dari
disiplin ilmu kebidanan adalah janin, bayi baru lahir dan anak di bawah lima
tahun ( balita ) dan wanita secara utuh atau holistik dalam siklus kehidupannya
( kanak – kanak, pra-remaja, remaja, dewasa muda, dewasa, lansia dini dan
lansia lanjut ) yang berfokus pada kesehatan reproduksi.
2. Tubuh
Pengetahuan Ilmu Kebidanan
Batang tubuh keilmuan adalah ilmu terapan dan bersifat
multidisiplin. Secara umum ilmu kebidanan didukung oleh ilmu-ilmu alam, sosial
dan humaniora. Dengan berkembangnya ilmu-ilmu secara dinamis khususnya dalam
kaitan dengan kegunaannya ilmu kebidanan juga menggunakan ilmu-ilmu yang
mendukung. Tubuh pengetahuan kebidanan terdiri atas 4 kelompok yaitu :
a.
Ilmu dasar
·
Anatomi
·
Mikrobiologi
dan Parasitologi
·
Patofisiologi
·
Fisika
·
Biokimia
b.
Ilmu-ilmu sosial
·
Pancasila dan
wawasan nusantara
·
Bahasa
Indonesia
·
Bahasa Inggris
·
Sosiologi
·
Antropologi
·
Psikologi
·
Administrasi
dan Kepemimpinan
·
Ilmu
Komunikasi
·
Humaniora
·
Pendidikan
(Prinsip Belajar dan Mengajar)
c.
Ilmu terapan
·
Kedokteran
·
Farrmakologi
·
Epidemiologi
·
Statistik
·
Teknik
Kesehatan Dasar (TKD)/Keperawatan Dasar
·
Paradigma
Sehat
·
Ilmu Gizi
·
Hukum
Kesehatan
·
Kesehatan
Masyarakat
·
Metode Riset
d.
Ilmu kebidanan
·
Dasar – dasar
kebidanan (Perkembangan kebidanan, registrasi dan Organisasi Profesi dan Peran
serta Fungsi Bidan)
·
Teori dan
model Konseptual kebidanan
·
Siklus
Kehidupan Wanita
·
Etika dan
Etiket Kebidanan
·
Pengantar
Kebidanan Profesional (Konsep Kebdianan, definisi dan lingkup kebidanan dan
manajemen kebidanan)
·
Tingkat dan
jenis pelayanan kebidanan
·
Legislasi
Kebidanan
·
Praktik Klinik
Kebidanan
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dimensi kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat
dibagi menjadi tingkatan karakteristik yaitu :
a.
Bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh
disiplin ilmu yang bersifat keilmuan
b. Bersifat
generic artinya mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah.
c.
Bersifat spesifik artinya memiliki ciri – ciri yang
khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dari disiplin keilmuan yang
lain.
Batang tubuh keilmuan adalah ilmu terapan dan bersifat
multidisiplin. Secara umum ilmu kebidanan didukung oleh ilmu-ilmu alam, sosial
dan humaniora. Dengan berkembangnya ilmu-ilmu secara dinamis khususnya dalam
kaitan dengan kegunaannya ilmu kebidanan juga menggunakan ilmu-ilmu yang
mendukung. Tubuh pengetahuan kebidanan terdiri atas 4 kelompok yaitu :
a. Ilmu
dasar
b. Ilmu
sosial
c. Ilmu
terapan
d. Ilmu
kebidanan
DAFTAR
PUSTAKA
Mufdillah,dkk.
2012.
Konsep Kebidanan, Yogyakarta : Nuha Medika
0 komentar:
Posting Komentar